NEGARA, Radar Bali.id - Gelombang arus balik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk benar-benar mencapai puncaknya pada akhir pekan kemarin hingga Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: Arus Balik Bali Memuncak, Pemeriksaan Identitas di Gilimanuk Diperketat 24 Jam
Peningkatan drastis sejatinya sudah mulai terasa sejak Jumat (27/3/2026), di mana ribuan kendaraan dan penumpang tampak memadati pintu masuk Pulau Dewata.
Baca Juga: Arus Balik ke Denpasar Mulai Berdatangan, Penumpang Bus Pilih Turun di Luar Terminal Ubung
Namun menariknya, jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang keluar Bali pada saat arus mudik lalu, saat ini tercatat baru sekitar separuh pemudik yang kembali ke perantauan.
Berdasarkan data produksi PT ASDP Indonesia Ferry, puncak tertinggi arus balik terjadi pada Sabtu (28/3). Sebanyak 15.096 unit kendaraan masuk ke Bali dalam waktu satu hari. Angka tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua sebanyak 9.266 unit, disusul mobil pribadi 5.469 unit, truk 6.700 unit, dan bus 343 unit. Adapun total pergerakan penumpang baik pejalan kaki maupun di dalam kendaraan mencapai 53.679 orang.
Secara kumulatif, total kendaraan yang sudah menyeberang masuk ke Bali dari H+1 hingga H+6 tercatat sebanyak 84.692 unit. Itu artinya, masih ada sekitar 71.809 unit kendaraan atau sekitar 46 persen pemudik yang belum kembali jika dikomparasikan dengan data arus mudik (H-10 hingga H-1) yang mencapai 155.781 unit kendaraan.
Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan ini secara adaptif. Salah satu strategi uniknya adalah mendedikasikan satu kapal khusus untuk mengurai antrean roda dua.
"Karena paling banyak roda dua, jadi secara khusus satu kapal, yaitu KMP Prathita, kami gunakan khusus untuk menyeberangkan pemudik motor dari Pelabuhan Ketapang," terang Didi.
Tak hanya itu, ASDP juga memberlakukan sistem Tiba, Bongkar, Berangkat (TBB) di enam dermaga sisi Pelabuhan Ketapang demi mempercepat sirkulasi kapal. Didi memprediksi sisa pemudik yang belum balik akan kembali secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.
"Kemungkinan secara historis ada tradisi Lebaran Ketupat di Jawa, jadi arus balik secara bertahap ini diprediksi masih akan mengalir sampai dengan tanggal 5 April mendatang," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita