BANYUWANGI, RadarBali.id– Antrean panjang alias macet horor gantian berlangsung di Banyuwangi. Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk masih terus diguyur arus balik liburan Lebaran 2026.
Baca Juga: NONSTOP! Arus Balik ke Bali Meningkat, Pemeriksaan KTP di Gilimanuk Diperketat 24 Jam
Data terbaru mencatat antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang sempat menyentuh jarak hingga 10 kilometer akibat tingginya volume kendaraan dari Jawa yang hendak masuk ke Pulau Dewata.
Manajer Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, memastikan meski ekor antrean sempat memanjang hingga 8,5 kilometer, pergerakan kendaraan di lapangan dipastikan tidak mandek. "Arusnya dinamis dan terus mengalir, tidak berhenti total," ujarnya pada Selasa (31/3/2026).
Lonjakan volume kendaraan yang didominasi oleh mobil pribadi, truk, dan bus ini diantisipasi ASDP dengan menerjunkan sedikitnya 34 unit kapal penyeberangan.
Delapan kapal di antaranya dipaksa bekerja ekstra cepat menggunakan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di dermaga MB 3, MB 4, dan Bulusan. Pola ini sengaja diterapkan demi memangkas waktu tunggu kapal di pelabuhan. ASDP bahkan menjaga durasi bongkar muat berada di angka rata-rata 35 menit saja per siklusnya.
"Fokus kami memastikan proses berjalan cepat dan berkesinambungan. Antrean boleh terjadi, tapi tidak boleh berhenti," tegas Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano dalam keterangan tertulisnya.
Selain mempercepat rotasi kapal, ASDP bersama jajaran Kepolisian dan Dinas Perhubungan juga memaksimalkan sejumlah kantong parkir sebagai buffer zone. Lokasi seperti Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri difungsikan untuk menyaring kendaraan agar tidak langsung mengunci area pelabuhan.
Pemandangan serupa juga sempat terlihat di Pelabuhan Gilimanuk pada Senin (30/3/2026) malam, di mana antrean kendaraan mengular sejauh 3 kilometer ke jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Namun, pergerakan dinamis membuat antrean tersebut berhasil diurai pada Selasa siang.
Berdasarkan data tiket Ferizy periode 11 Maret hingga 1 April 2026 (H-10 sampai H+10), total ada 164.881 unit kendaraan yang melakukan reservasi. Hingga posisi H+7 ini, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah resmi masuk ke Bali, meninggalkan sisa sekitar 10.568 unit kendaraan yang diprediksi akan segera menyusul dalam satu-dua hari ke depan.[*]
Editor : Hari Puspita