Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Koperasi Desa Merah Putih Rekrut Manajer, Bali Butuh Berapa?

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 16 April 2026 | 11:47 WIB
CUMA PINJAM PAKAI : Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan yang telah beroperasi, namun gedung status pinjam pakai milik BUMDes Desa.(juliadi/radar bali) 
CUMA PINJAM PAKAI : Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan yang telah beroperasi, namun gedung status pinjam pakai milik BUMDes Desa.(juliadi/radar bali) 

 

RADAR BALI - Pemerintah resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen besar-besaran untuk mengelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sebanyak 35.476 posisi dibuka mulai 15 April hingga 24 April 2026 melalui situs resmi phtc.panselnas.go.id.

Langkah ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto guna memastikan koperasi di tingkat desa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Total puluhan ribu lowongan tersebut terbagi ke dalam dua sektor utama di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.

Sebanyak 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih akan direkrut PT Agrinas Pangan Nusantara.

Sedangkan 5.476 Lowongan Pegawai KNMP akan direkrut PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa manajer profesional memiliki peran krusial dalam menentukan keberhasilan program ini. "Jika kali ini koperasi tidak berhasil, taruhannya terlalu besar," katanya.

Persyaratan dan Tahapan Seleksi

Pemerintah mengundang putra-putri terbaik bangsa dengan kriteria sebagai berikut:

Lulusan D3, D4, atau S1 dari semua jurusan.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75.

Usia maksimal 35 tahun.

Terkait besaran gaji, pemerintah belum merinci angka pastinya, namun dipastikan akan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan masing-masing pelamar.

Seleksi dilakukan secara terbuka dan daring untuk menjamin keadilan serta menghindari praktik penipuan.

Tantangan Pembentukan di Bali

Di sisi lain, implementasi program ini di Bali menghadapi tantangan tersendiri. Kepala Dinas Koperasi Provinsi Bali I Wayan Ekadina mengungkapkan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih di Pulau Dewata tergolong sulit dan sangat bergantung pada komitmen kepala desa setempat.

Hingga saat ini, Bali tercatat memiliki 5.442 koperasi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Menurut I Wayan Ekadina, ribuan koperasi tersebut berpotensi diintegrasikan menjadi Koperasi Merah Putih melalui skema revitalisasi atau kerja sama antaranggota.

"Pembentukan koperasi tergantung dari kepala desa. Termasuk melakukan revitalisasi koperasi yang sudah ada, melakukan pengembangan, maupun pembentukan yang baru," jelas Wayan Ekadina.

Target pembentukan Koperasi Merah Putih sendiri dipatok selesai pada akhir tahun 2025 dengan enam pilar kegiatan utama: simpan pinjam, apotek desa, klinik desa, warung/toko, gudang penyimpanan, dan kantor koperasi.

Dengan jumlah ribuan koperasi yang ada di Bali, kebutuhan akan manajer kompeten diprediksi akan menjadi kunci agar unit-unit usaha desa ini mampu berjalan mandiri setelah masa kontrak dua tahun berakhir.***

Editor : Ibnu Yunianto
#phtc panselnas go id #agrinas pangan nusantara #menko pangan zulkifli hasan #Koperasi Desa Merah Putih #bali