RADAR BALI – Institut Seni Indonesia (ISI) Bali memberikan pernyataan resmi terkait unggahan media sosial yang viral mengenai dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus.
Unggahan tersebut melibatkan seorang mahasiswi Program Studi Seni Tari angkatan 2023 berinisial DS.
Melalui surat pernyataan resmi yang dirilis pada 16 April 2026, pihak kampus memaparkan kronologi serta langkah-langkah yang telah diambil untuk menangani kasus tersebut.
Permasalahan ini bermula pada September 2024. Berdasarkan data rektorat ISI Bali, korban DS diketahui telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai mahasiswa pada 9 September 2024.
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 13 September 2024, ia melayangkan laporan dugaan pelecehan seksual kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) ISI Denpasar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas PPKS melakukan proses klarifikasi pada 18 September 2024. "Pengakuan pelapor dan saksi pelapor di antaranya menyatakan mendapat sentuhan, tatapan, dan ujaran bernuansa seksual oleh terduga terlapor," tulis pernyataan resmi yang ditandatangani Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI Bali Prof I Komang Sudirga.
Proses Mediasi
Sebagai bagian dari penanganan internal, pembimbing akademik telah memfasilitasi mediasi antara korban DS dan mahasiswa terlapor berinisial JJ.
Meski dalam proses tersebut JJ menyatakan tidak merasa melakukan tindakan seperti yang dituduhkan pelapor. Meski demikian, "pada mediasi tersebut, mahasiswa terlapor JJ telah meminta maaf kepada Sdri. DS disaksikan Pembimbing Akademik," lanjut keterangan tertulis kampus yang berada di Denpasar tersebut.
Komitmen Kampus terhadap Lingkungan Aman
Pihak ISI Bali menegaskan bahwa Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Perguruan Tinggi (PPKPT) ISI Bali akan terus melakukan langkah tegas dan sosialisasi masif guna mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Di akhir pernyataan, Komang Sudirga mengimbau seluruh sivitas akademika agar senantiasa menjaga etika dalam bergaul.
"Kepada seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan ISI BALI agar selalu memperhatikan etika dan kaidah-kaidah akademik dalam bergaul dan berinteraksi demi menjaga nama baik bersama dan kelembagaan ISI BALI," tegasnya. ***
Editor : Ibnu Yunianto