Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Keluarga Gung Aji Sesalkan Tindakan AWK "Cawe-Cawe" Urusan Remeh Temeh, Desak Postingan Medsos di Take Down

Tim Redaksi • Senin, 20 April 2026 | 20:46 WIB

 

DIKECAM: Keluarga Anak Agung Gde Adi Suputra (Gung Aji) menilai sang Senator AWK telah mencederai prinsip kehati-hatian pejabat publik
DIKECAM: Keluarga Anak Agung Gde Adi Suputra (Gung Aji) menilai sang Senator AWK telah mencederai prinsip kehati-hatian pejabat publik

UBUD, radarbali.jawapos.com – Tindakan anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), yang mengunggah kasus perkelahian remaja di media sosial pribadinya menuai kecaman keras dan meluas.

Keluarga Anak Agung Gde Adi Suputra (Gung Aji) menilai sang Senator telah mencederai prinsip kehati-hatian pejabat publik dan hanya menyebarkan narasi sepihak tanpa klarifikasi.

Keluarga BJS (remaja yang terlibat perkelahian) menyesalkan unggahan AWK pada 7 April 2026 yang dianggap tendensius. Dalam unggahan tersebut, AWK menyertakan foto visum pelapor (TIY) dan laporan polisi dengan caption yang menyeret identitas keluarga besar BJS sebagai "Anak Pemilik Restoran Bebek Terkenal di Ubud".

"Sangat disayangkan seorang Senator DPD RI memposting berdasarkan satu pihak saja. Mestinya AWK bijaksana dengan memverifikasi atau mengundang kedua belah pihak," tegas Gung Aji, ayah BJS.

Kronologi Versi Keluarga: Berawal dari Gangguan Terhadap Perempuan

Gung Aji membeberkan kronologi yang berbeda dari narasi penganiayaan sepihak. Menurutnya, peristiwa bermula di sebuah vila di Lodtunduh (5/4/2026):

1.   Pemicu: Remaja berinisial TIY diduga terus menggoda kekasih BJS (berinisial KS).

2.   Tantangan: BJS mencoba mengonfirmasi via telepon dengan nada santai, namun TIY justru menantang BJS untuk bertemu (share location).

3.   Pengeroyokan: Meski mengaku datang berdua, TIY justru datang dengan rombongan sekitar 8 orang (2 motor dan 2 mobil).

4.   Insiden: Setibanya di lokasi, TIY langsung memukul BJS. Perkelahian pun pecah sebagai bentuk pembelaan diri hingga akhirnya dilerai oleh Gung Aji.

Kritik Pedas Netizen: "DPD RI Urus Masalah Receh"

Unggahan AWK tersebut tidak hanya diprotes keluarga, tetapi juga menjadi sasaran kritik warganet. Banyak netizen mempertanyakan prioritas kerja seorang anggota dewan:

Selain itu, alumni SMAN 1 Denpasar juga merasa keberatan karena nama sekolah mereka terseret dalam kasus yang bersifat personal dan melibatkan siswa dengan atribut yang dianggap tidak mencerminkan citra sekolah.

Tuntutan Hapus Postingan (Take Down)

Keluarga BJS menuntut agar AWK segera menghapus unggahan tersebut dari Instagram dan Facebook. Mereka menilai unggahan itu telah melampaui batas, membentuk opini publik yang menyesatkan, dan berpotensi mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

"Kami minta segera dihapus. Pejabat publik seharusnya meredam situasi, bukan malah memperkeruh dengan informasi yang tidak berimbang," ujar keluarga.

Respon AWK: Terbuka untuk Silaturahmi

Menanggapi protes tersebut, Arya Wedakarna menyatakan bahwa admin media sosialnya tidak mencantumkan nama spesifik atau identitas "Puri". Namun, ia membenarkan adanya laporan resmi ke DPD RI.

"Jika ada keinginan dari keluarga Puri untuk silaturahmi, kami terbuka dengan masukan dan aspirasi semua warga," ujar AWK singkat melalui pesan WhatsApp (19/4/2026). Ia juga menegaskan bahwa proses hukum kini sepenuhnya berada di tangan pihak kepolisian.***

 

Editor : M.Ridwan
#take down #perkelahian remaja #awk