Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dilantik Gubernur Sumatera Barat, Pengukuhan dan Halal Bihalal IKMS Perkuat Persaudaraan, Menjunjung Langit Bali Menjaga Panggilan Jiwa Minangkabau

M.Ridwan • Selasa, 21 April 2026 | 00:03 WIB
ISTIMEWA: Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, SP bersama nyonya Harneli Bahar saat tiba disambut dengan tari penyambutan khas Minangkabau oleh panitia dan pengurus IKMS Bali yang dilantik Ahad, 19 April 2026.(M.RIDWAN/radarbali.id)
ISTIMEWA: Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, SP bersama nyonya Harneli Bahar saat tiba disambut dengan tari penyambutan khas Minangkabau oleh panitia dan pengurus IKMS Bali yang dilantik Ahad, 19 April 2026.(M.RIDWAN/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) di Bali menyambut dengan antusias dan meriah kehadiran Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, SP bersama nyonya Harneli Bahar di momen pelantikan dan Halal Bihalal yang berlangsung di gedung IKMS Bali Monang Maning Denpasar, Ahad 19 April 2026.

Disambut dengan tari penyambutan khas Minangkabau, kehadiran Gubernur Mahyedi dan istri terasa begitu istimewa.

Dalam kesempatan itu sang Gubernur Mahyeldi menyampaikan pesan mendalam tentang filosofi hidup orang Minang di tanah rantau.

DIKUKUHKAN: Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat memandu ikrar pelantikan pengurus IKMS Bali periode 2026-2031 di Denpasar, Ahad 19 April. (M.RIDWAN/radarbali.id)
DIKUKUHKAN: Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat memandu ikrar pelantikan pengurus IKMS Bali periode 2026-2031 di Denpasar, Ahad 19 April. (M.RIDWAN/radarbali.id)

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa eksistensi organisasi perantau yang telah dirintis sejak tahun 1963 ini bukan sekadar wadah berkumpul. Nama "Saiyo" adalah sebuah janji untuk selalu kompak dan bersatu.

"Sesuai pepatah Minang, di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung. Saya berharap IKMS Bali mampu memberikan kontribusi yang lebih nyata di tengah masyarakat Bali," harap Mahyeldi.

Gubernur penuh enerjik ini memaparkan bahwa masyarakat Minang memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa.

Hal ini terbukti dengan adanya "Kampung Minang" yang menyatu harmonis dengan kearifan lokal setempat. Hubungan emosional ini bahkan diperkuat dengan tradisi pemberian gelar kehormatan kepada pemerintah daerah setempat sebagai simbol persaudaraan yang tak terpisahkan.

KELUARGA BESAR: Foto bersama usai pelantikan IKMS Bali 2026-2031 yang juga dihadiri ustadz Derry Sulaiman yang menutup acara dengan doa. (M.RIDWAN/radarbali.id)
KELUARGA BESAR: Foto bersama usai pelantikan IKMS Bali 2026-2031 yang juga dihadiri ustadz Derry Sulaiman yang menutup acara dengan doa. (M.RIDWAN/radarbali.id)

Gubernur juga mengapresiasi diversifikasi peran warga Sumbar di Bali. Jika dulu identik dengan kuliner, kini perantau Minang telah mewarnai berbagai sektor formal.

Semangat inklusivitas ini, menurut Mahyeldi, adalah warisan luhur dari tokoh-tokoh bangsa asal Minangkabau seperti Haji Agus Salim dan Bung Hatta. Nilai-nilai inilah yang terus mengalir dalam nadi setiap perantau.

Ikatan Batin dan Remitansi Cinta untuk Nagari

Meski telah puluhan tahun menetap dan memiliki keturunan di Bali, Gubernur menyentuh sisi emosional tentang "panggilan batin" terhadap kampung halaman. Hubungan antara Ranah (kampung halaman) dan Rantau bukan sekadar jarak geografis, melainkan ikatan jiwa.

Data penelitian menunjukkan betapa besarnya cinta perantau terhadap tanah kelahiran. Pada penelitian tahun 2004 saja, tercatat sekitar Rp20 triliun per tahun remitansi yang mengalir ke Sumatera Barat untuk membangun nagari.

Momen haru terasa saat Gubernur menyampaikan terima kasih atas bantuan warga Bali saat musibah melanda Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

"Ketika kita ditimpa musibah kemarin, saudara-saudara kita dari Bali langsung bergerak memberikan bantuan. Ini adalah bukti bahwa ikatan persaudaraan kita melampaui batas wilayah," tuturnya dengan nada bergetar.

Menutup arahannya, Mahyeldi mengajak seluruh pengurus IKMS Bali untuk terus menjadi duta Sumatera Barat yang santun, pekerja keras, dan selalu menjaga harmoni dengan masyarakat Bali, demi membangun kejayaan bersama baik di rantau maupun di kampung halaman.

Sementara itu Tarmizi, selaku Ketua Umum Ikatan keluarga Minang Saiyo Bali Periode 2026-2031.

”Program yang pertama saya fokus kepada birokrasi.

Kami ingin aspek legalitas tuntas sampai ke yang lainnya dengan transparan dan jelas,” tandas Tarmizi kepada radarbali.id disela Halal Bihalal di Sekretariat IKMS Monang Maning Minggu 19 April 2026.

 Selanjutnya, pihaknya memprioritaskan renovasi infrastruktur gedung IKMS yang sudah 25 tahun belum di renovasi.

”Alhamdulillah, proposal sudah diterima Pak Gubernur Sumbar semoga segera terealisasi,” harap Tarmizi.

Untuk kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan,dia menyebut di Sumatera Barat ada 11 Kabupaten/Kota dan terhimpun seluruhnya di Bali.

”Salah satu yang wajib fardhu kifaya sudah berjalan lama, arisan dan kegiatan sosial lainnya semua dilakukan di gedung IKMS ini,” papar Tarmizi.

”Harapannya ke depannya yaitu mudah-mudahan kita di sini menjadi lebih jaya, lebih maju, dan bisa bersenergi dengan pemerintah Provinsi Bali karena sesuai mooto kami: Dimana Bumi Dipijak Disana langit dijunjung,” harapnya.

Pelantikan dan halal bihalal dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan yang penuh semarak mewarnai keriuhan suasana.***

Editor : M.Ridwan
#pelantikan IKMS Bali #Gubernur Sumatera Barat #Mahyeldi Ansharullah #Halal bihalal IKMS Bali