DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Bali menyelenggarakan peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80 yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal dan peringatan Hari Kartini 2026 di hotel Grand Santhi Denpasar, Ahad, 19 April 2026.
Istimewannya, acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muslimat NU, Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.
Ketua PW Muslimat NU Bali, Any Hani’ah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Harlah tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan puncak dari rangkaian aksi nyata yang telah dimulai sejak Desember 2025.
Secara kongkrit, Muslimat NU Bali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu krusial di masyarakat melalui program "Mustika Darling". Program ini fokus pada sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga bagi para anggota.
"Kami berharap ibu-ibu Muslimat NU di Bali menjadi garda terdepan yang peduli lingkungan," ujar Any Hani’ah dalam sambutannya (19/4/2026).
Selain lingkungan, organisasi ini juga memberikan penyuluhan pengelolaan keuangan keluarga guna membekali anggotanya menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menentu.
Ia kemudian merunut sejarah panjang Muslimat NU.
Dikatakan,sejak dilantik pertama kali pada tahun 1992, Muslimat NU Bali telah bertransformasi dari kelompok kecil beranggotakan 4 orang menjadi organisasi besar dengan 22.000 anggota yang tersebar di 9 kabupaten/kota.
Sebagai bentuk takzim kepada sejarah, dalam momen Hari Kartini ini, Ketua Umum Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada 15 tokoh perempuan hebat yang berdedikasi bagi perkembangan organisasi.
Salah satu penerima penghargaan adalah Hj. Soedjiati Latif, perintis Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pertama Muslimat NU di Bali pada tahun 2004.
Kontribusi Kesehatan, Stunting, dan Sertifikasi Halal
Muslimat NU Bali juga aktif mendukung program pemerintah melalui:
- Mustika Segar & Mustika Mesem: Penyaluran bahan pokok untuk kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting bekerja sama dengan BKKBN.
- Pendidikan: Mengelola 24 lembaga TK/RA di seluruh Bali.
- Kesehatan: Penyediaan 3 unit inkubator gratis untuk bayi prematur dan layanan cek kesehatan rutin.
- Sertifikasi Halal: Melalui Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), Muslimat NU Bali telah menerbitkan 4.770 Sertifikat Halal per April 2026.
”PW Muslimat NU Bali kini menargetkan pengembangan LP3H menjadi Halal Center untuk mengedukasi masyarakat secara lebih luas,” ujar Any Hani’ah.
Suarakan Pesan Kemanusiaan ke PBB
Di akhir rangkaian acara, Muslimat NU menegaskan peran globalnya melalui pernyataan sikap kepada Dewan Keamanan PBB. Di tengah konflik global yang kian memanas, Muslimat NU menuntut Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, untuk:
1. Mendorong penghentian segera atas konflik bersenjata di seluruh wilayah terdampak di seluruh dunia melalui gencatan senjata permanen secara adil dan berkelanjutan.
2. Mengintensifkan upaya diplomasi damai dengan melibatkan seluruh pihak terkait guna mencapai solusi politik, ekonomi dan kedamaian yang berkeadilan dan bermartabat.
3. Menjamin perlindungan maksimal bagi warga sipil, terutama perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya dari segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia.
4. Melindungi tenaga medis dan fasilitas kesehatan serta melindungi insan pendidikan dan fasilitas pendidikan agar dapat menjalankan tugas kemanusiaan tanpa ancaman, intimidasi, maupun serangan.
5. Menjamin keselamatan jurnalis dan pekerja media, sehingga informasi yang objektif dan akurat tetap dapat disampaikan kepada dunia internasional.
6. Memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, termasuk makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi para korban konflik.
7. Menegakkan hukum internasional dan prinsip hak asasi manusia, serta mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang terjadi di wilayah konflik.
8. Mendorong peran aktif perempuan dalam proses perdamaian, sebagai bagian penting dalam menciptakan resolusi konflik yang inklusif dan berkelanjutan.
9. Menginisiasi program rehabilitasi dan rekonstruksi pascakonflik, termasuk pemulihan psikososial bagi korban, khususnya perempuan dan anak-anak.Demikian pernyataan dan imbauan ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen kami terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia.Semoga upaya bersama ini dapat menghadirkan dunia yang lebih damai, adil, dan beradab.
"Pernyataan ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari 32 juta anggota Muslimat NU di seluruh dunia untuk menjaga jiwa manusia (al-muhafazhah alan-nafs) dan mewujudkan ketertiban dunia," tegas Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur.
Pihaknya kata Khofifah, berencana mengantarkan langsung Pernyataan Sikap itu ke Sekjen PBB di New York Amerika Serikat.
”Kita bisa libatkan pula perwakilan utusan dari Muslimat NU ke Amerika Serikat,” kata tokoh perempuan terkemuka, ini.
Acara bahkan diawali dengan santunan bagi anak-anak yaitim piatu oleh Khofifah dan rombongan. Kemudian ditutup dengan doa bersama untuk para pendahulu dan harapan agar Muslimat NU terus menjadi oase kemanfaatan bagi umat dan bangsa.***
Editor : M.Ridwan