Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wow! Peduli Satwa Terlantar, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Kirim 1,2 Ton Beras dan 900 Kg Daging ke Shelter Singaraja

Andre Sulla • Senin, 27 April 2026 | 14:28 WIB
TALI ASIH: Pembina Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia, Maria Rini (kanan) bersama pecinta hewan sekaligus donatur Jero Diah saat beli sembako bantuan pakan untuk hewan rescue di Singaraja. 
TALI ASIH: Pembina Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia, Maria Rini (kanan) bersama pecinta hewan sekaligus donatur Jero Diah saat beli sembako bantuan pakan untuk hewan rescue di Singaraja. 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kepedulian terhadap hewan terlantar kembali digaungkan. Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan bantuan pakan dalam jumlah besar ke Shelter One Kurnia di Singaraja, Buleleng, Senin (27/4).

Tak tanggung-tanggung, total 1,2 ton beras dan 900 kilogram daging ayam dikirim untuk memastikan kebutuhan ratusan hewan rescue tetap terpenuhi.

Bantuan tersebut terdiri dari 750 kilogram beras putih, 450 kilogram beras jagung, 15 sak dogfood, serta 900 kilogram daging ayam.

Pembina Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia, Maria Rini, menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi shelter saat ini adalah ketersediaan pakan.

Banyak anjing dan kucing rescue sepenuhnya bergantung pada uluran tangan para donatur. 

“Sebagai official partner Kitabisa.com, kami berupaya menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap hewan-hewan rescue yang membutuhkan perhatian serius,” ujarnya di Denpasar, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, keberlangsungan shelter sangat ditentukan oleh konsistensi bantuan.

Tanpa dukungan publik, operasional shelter akan kian berat, terlebih jumlah hewan terlantar yang masuk terus bertambah.

Maria berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk berdonasi melalui berbagai platform kebaikan. 

“Harapannya makin banyak orang baik yang ikut membantu, sehingga lebih banyak shelter bisa terbantu, terutama dalam pemenuhan pakan,” imbuhnya.

Sementara itu, pecinta hewan sekaligus donatur, Jero Diah, turut menyuarakan pentingnya kepedulian terhadap satwa terlantar.

Ia dikenal aktif membantu sejumlah shelter dengan menyalurkan beras dan kebutuhan pakan lainnya.

Menurutnya, kepedulian bisa dimulai dari langkah sederhana. “Tidak menyakiti hewan liar saja sudah bentuk kepedulian. Kalau punya sedikit rezeki, kita bisa berbagi sesuai kemampuan,” ujarnya.

Saat ini Jero Diah merawat puluhan anjing rescue. Sekitar 17 ekor berada di shelter, sementara 13 ekor lainnya ia rawat langsung di rumahnya.

Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban operasional shelter di Singaraja sekaligus memastikan kebutuhan pakan hewan-hewan rescue tetap terjaga.

Di tengah meningkatnya kasus penelantaran satwa, solidaritas dan kepedulian menjadi kunci agar mereka tetap mendapatkan kehidupan yang layak.

Editor : Rosihan Anwar
#Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia #hewan rescue