Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PSEL Denpasar Hasilkan Listrik 15 MW, PLN Siapkan Infrastruktur dan Interkoneksi

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 28 April 2026 | 07:55 WIB
Perjanjian Kerja Sama pembangunan PSEL Denpasar antara Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, dan PT Zhejiang Weiming yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan; Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq; Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto; CIO Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir; dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4).

 
Perjanjian Kerja Sama pembangunan PSEL Denpasar antara Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, dan PT Zhejiang Weiming yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan; Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq; Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto; CIO Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir; dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4).  

RADAR BALI - PT PLN (Persero) menyatakan dukungannya dalam mempercepat implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP).

Fokus percepatan ini mencakup kawasan Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah nasional sekaligus penguatan energi berkelanjutan.

Komitmen ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemda Bali dan Pemkab Bogor dengan PT Zhejiang Weiming, serta Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environmental Nusantara.

Prosesi tersebut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Jakarta, Selasa (21/4).

Sinergi Menghadapi Darurat Sampah

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia telah masuk dalam kategori darurat sampah. Ia menekankan pentingnya kepastian pasokan bahan baku sampah agar proyek PSEL dapat berjalan tepat waktu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui proses seleksi transparan, Danantara menetapkan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai operator fasilitas Waste-to-Energy (WtE) di Denpasar.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menyatakan bahwa penunjukan ini memastikan fasilitas dikelola dengan standar tertinggi dalam keandalan dan akuntabilitas.

Zhejiang Weiming sendiri merupakan perusahaan asal China yang telah melantai di Bursa Efek Shanghai sejak 2015 dan mengelola sekitar 55 proyek WtE dengan kapasitas harian 37.000 ton.

"Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten serta mendorong keterlibatan berkelanjutan dengan masyarakat," ujar Pandu Sjahrir.

Target Operasional dan Dampak Lingkungan

Proyek PSEL Denpasar dirancang untuk mengurangi beban TPA Suwung yang dijadwalkan berhenti beroperasi pada Agustus 2026. Berikut adalah poin-poin penting pembangunan fasilitas tersebut:

Berlokasi di Pesanggaran, PSEL Denpasar dirancang mengolah 1.000 hingga 1.500 ton sampah per hari. Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar wajib menyediakan pasokan minimal 1.500 ton sampah per hari.

Fasilitas ini diproyeksikan mampu menghasilkan daya listrik sebesar 15 MW, yang setara dengan sekitar 1,25 persen dari total kebutuhan listrik di Pulau Bali.

Groundbreaking direncanakan pada Juni 2026 dengan masa konstruksi sekitar 1,5 hingga 2 tahun.

PSEL Denpasar ditargetkan mulai beroperasi penuh (Commercial Operation Date) pada Desember 2028.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, Zhejiang Weiming wajib berkonsorsium dengan perusahaan lokal atau BUMD.

Kesiapan Infrastruktur dan Interkoneksi PLN

Menanggapi rencana tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan PLN telah memetakan titik interkoneksi terdekat dari lokasi PSEL agar proses penyambungan lebih efisien.

PLN juga mempercepat pembahasan awal Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) untuk mempersingkat tahapan administrasi.

Dalam proyek ini, PLN berperan sebagai offtaker atau pihak yang menyerap listrik hasil pengolahan sampah. Peran ini sangat penting untuk meningkatkan kelayakan proyek dan memperkuat kepercayaan investor.

"PLN menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah konkret. Kami memastikan listrik yang dihasilkan dapat terintegrasi dalam sistem kelistrikan nasional dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat," tutup Darmawan.***

Editor : Ibnu Yunianto
#pt pln persero #Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik #energi terbarukan bali #Danantara Indonesia #PSEL Denpasar