DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Di tengah riuh rendah kekhawatiran global mengenai situasi keamanan di Timur Tengah, sebuah kabar menyejukkan datang bagi ratusan calon tamu Allah SWT di Pulau Dewata.
Pemerintah Indonesia memastikan bahwa kerinduan umat untuk bersujud di Kakbah tahun ini tidak akan terhalang. Ibadah haji 2026 dipastikan tetap berjalan tepat waktu, membawa harapan di atas segala kecemasan.
"Insya Allah tidak ada kendala. Pelaksanaan ibadah haji tetap sesuai jadwal," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali, H. Mahmudi, S.Ag., MA, dengan nada optimis saat ditemui di Denpasar, Senin (20/4/2026).
Secara nasional, perjalanan spiritual ini akan dimulai serentak pada 22 April 2026. Sebanyak 221 ribu jemaah dari seluruh penjuru negeri, baik melalui jalur reguler maupun khusus, akan mulai menerbangkan doa-doa mereka ke langit Makkah dan Madinah.
Khusus untuk Provinsi Bali, sebanyak 680 calon jemaah haji dijadwalkan akan mulai bergerak pada 8 Mei mendatang. Mereka akan dilepas menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya sebelum akhirnya terbang melintasi samudera demi memenuhi panggilan Nabi Ibrahim AS.
Gotong Royong dan Persiapan Matang
Persiapan fisik dan logistik telah dimatangkan. H. Mahmudi menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin sinergi erat dengan pemerintah daerah di seluruh kabupaten/kota di Bali. Komitmen ini terlihat dari kesiapan armada angkutan yang akan mengantar para jemaah menuju embarkasi, yang seluruh biayanya telah ditanggung oleh pemerintah daerah setempat.
Namun, di balik kesiapan teknis tersebut, ada pesan menyentuh yang dititipkan kepada para jemaah. H. Mahmudi mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ujian kesabaran dan ketaatan.
"Tetap ikuti aturan. Jika koper sudah disiapkan panitia, jangan lagi ditambah beban barang yang tidak perlu. Jaga kesehatan, atur pola makan, dan rajinlah berolahraga agar fisik kuat menjalani rangkaian ibadah," pesannya tulus.
Di akhir bincangnya, beliau menitipkan harapan agar para jemaah tidak hanya tertib secara administratif dan regulasi—baik yang ditetapkan Pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi—tetapi juga mampu menjaga marwah diri selama di Tanah Suci.
"Jaga diri baik-baik. Semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan menjadi haji yang mabrur," pungkasnya.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com