NEGARA, RadarBali.id – Potensi cuaca buruk kembali membayangi lintasan penyeberangan Selat Bali. Di tengah memasuki musim kemarau, kecepatan angin yang relatif tinggi memicu gelombang laut meningkat, yang diprediksi mencapai puncaknya pada siang hingga malam hari.
Staf Analis Stasiun Klimatologi Bali, Trayi Budi Samantu, menjelaskan bahwa gelombang di perairan selatan Bali saat ini bisa mencapai tinggi maksimal 3 meter.
Kondisi ini dipicu oleh interaksi atmosfer di periode pancaroba yang membuat cuaca tidak stabil.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Jembrana, Hujan Lebat, Jalur Nasional Terendam, Ratusan KK Terdampak
"Kecepatan angin cukup tinggi saat ini. Potensi gelombang di Selat Bali bagian selatan berkisar antara 1,5 hingga 2,5 meter," terangnya.
Menyikapi hal tersebut, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Gilimanuk bergerak cepat mengantisipasi risiko kecelakaan laut. Fokus utama saat ini adalah memastikan pengikatan kendaraan (lashing) di dalam geladak kapal dilakukan dengan standar keamanan yang ketat.
“Kami memperketat pengawasan pengikatan kendaraan. Semua muatan harus dipastikan terikat kuat sebelum kapal bertolak demi menjaga keselamatan di tengah guncangan gelombang,” tegas petugas Syahbandar Gilimanuk, Moses Da Silva.
Langkah antisipasi ini diambil mengingat pengalaman sebelumnya di mana kendaraan sempat mengalami benturan keras saat dihantam gelombang tinggi.[*]
Editor : Hari Puspita