Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jelang Idul Adha, Distan Akan Lakukan Pemeriksaan  Hewan, Cegah LSD, Pastikan yang Dikonsumsi dan Dijual Sapi Sehat

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 14 Mei 2026 | 21:28 WIB
EAJIB SEHAT: Transaksi hewan sapi kurban  jelang Hari Raya Idul Adha di Pasar Beringkit Mengwi Badung. 9ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)
EAJIB SEHAT: Transaksi hewan sapi kurban jelang Hari Raya Idul Adha di Pasar Beringkit Mengwi Badung. 9ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)

​DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Menjelang Hari Raya  Idul Adha, masyarakat Muslim akan merayakan hari raya dengan berkurban hewan. Penjual dan peternak kini mengantisipasi ancaman Lumpy Skin Disease (LSD) atau Penyakit Kulit Berbenjol yang sempat menyerang sapi di beberapa wilayah di Bali.

​Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Made Suparmi mengatakan, pihaknya tetap mengantisipasi penyakit atau virus yang menyerang hewan kurban. Terutama sapi, karena penyakit LSD sempat merebak.

Distan Denpasar akan melakukan pengawasan dan pengecekan mulai minggu depan."Untuk tempat penjualan hewan kurban, akan kami sasar (periksa) itu," jelasnya.

 Baca Juga: Langganan Istana, Sapi Bali Montok Milik Peternak Buleleng Kembali Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban 2026

​Distan Denpasar saat ini masih mendata jumlah hewan yang akan diperiksa. Intinya, pemeriksaan akan disesuaikan dengan stok hewan kurban yang ada di lokasi-lokasi penjualan.​

"Untuk jumlah yang diperiksa, sesuai dengan hewan kurban yang ada di lokasi tempat penjualan hewan kurban," tambahnya.

Adapun untuk pencegahan penyakit, Distan telah menyampaikannya kepada para pedagang memperhatikan kesehatan hewan.  Mereka diimbau untuk tidak menjual sapi dari wilayah yang terserang, yakni sapi tidak boleh berasal dari kabupaten yang telah tertular LSD. 

Kendati demikian, Suparmi mengakui  memang  ada beberapa wilayah di Bali yang sempat dilockdown karena adanya penularan LSD namun saat ini sudah kembali normal."Sudah normal. Sapi yang akan dijual  harus dipastikan kondisinya sehat," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#virus lsd #Lumpy Skin Disease #penjualan sapi #idul adha #hewan kurban