DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 H (2026), pemerintah memastikan pasokan bahan pangan di Provinsi Bali masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Untuk menjaga stabilitas harga serta mengantisipasi potensi gangguan distribusi pangan, Tim Posko Satuan Tugas (Satgas) Siber Pelanggaran Pangan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pusat perdagangan di Bali, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan monitoring dilakukan di Pasar Badung dan pusat perbelanjaan Tiara Dewata. Pemantauan tersebut difokuskan pada ketersediaan stok serta perkembangan harga sejumlah komoditas strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan permintaan menjjelang Idul Adha.
Dalam pengecekan tersebut, tim memantau berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, gula pasirir, telur, daging ayam, cabai, hingga bawang.
Pemeriksaan dilakukan dengan berdialog langsung bersama pedagang dan distributor untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok bahan pangan di Bali masih dalam kondisi aman. Ketersediaan sejumlah komoditas pokok dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode menjelang hingga perayaan Idul Adha.
Selain pasokan yang mencukupi, harga sejumlah bahan pangan juga terpantau relatif stabil. Beberapa komoditas strategis masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astaea yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar selama momentum hari besar keagamaan.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat membengani masyarakat.
”Kami memastikan stok pangan di Bali dalam kondisi aman dan distribusi berjalan baik. Pemerintah terus melakukan pemantauan agar masyarakat tetap mendapatkan bahan pangan dengan harga yang stabil menjelang Idul Adha,” ujarnya di sela kegiatan monitoring.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kombes Pol. Lambe P. Birana dari Bareskrim Polri. Kehadiran aparat kepolisian bersama Bapanas menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya pada momentum HBKN yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat.
Tim Satgas Siber Pelanggaran Pangan juga menegaskan akan meningkatkan pengawasan terhadap potensi pelanggaran distribusi pangan, termasuk praktik penimbunan barang dan permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Pengawasan akan dilakukan secara berkala di sejumlah pasar tradisional maupun pusat distribusi modern untuk memastikan rantai pasok tetap terkendali dan tidak terjadi kelangkaan komoditas tertentu.
Selain memantau stok dan harga, pemerintah juga mengingatkan para pelaku usaha agar mematuhi aturan perdagangan dan tidak melakukan praktik yang dapat memicu gejolak harga di pasaran.
Momentum Idul Adha diketahui kerap mendorong peningkatan kebutuhan pangan masyarakat, terutama untuk komoditas daging, cabai, bawang, dan bahan kebutuhan rumah tangga lainnya. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga stabilitas sejak dini agar kondisi pasar tetap kondusif.
Pemerintah berharap kondisi pasokan dan harga pangan di Bali dapat terus terjaga hingga perayaan Idul Adha berlangsung. Dengan stabilitas tersebut, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat terpenuhi secara optimal tanpa tekanan lonjakan harga yang signifikan. ***
Editor : M.Ridwan