NEGARA, Radar Bali.id – Ketenangan warga Dusun Baluk I, Desa Baluk, Kecamatan Negara, mendadak berubah menjadi ketegangan pada Rabu (20/5/2026) pagi.
Seekor ular piton alias ular sanca (Pythonidae) sepanjang dua meter nekat menyatroni permukiman warga dan mengincar ternak sebagai sasaran empuk.
Kandang Acak-acakan, Ayam Raib
Drama munculnya reptil melata ini pertama kali disadari oleh I Made Yudana, 50. Sekitar pukul 09.00 Wita, niat hati ingin mengecek kandang ayam di samping rumah justru berujung syok. Yudana mendapati "benteng" pelindung ayamnya sudah jebol.
"Kondisi kandang sudah berantakan, jaring pengamannya robek. Pas dicek, ayam saya sudah hilang," ungkapnya.
Rasa penasaran bercampur curiga membuat Yudana menyisir area sekitar. Tak jauh dari kandang, ia menemukan sang predator sedang bersantai dengan kondisi perut yang membesar. Diduga kuat, ular sanca seberat lima kilogram itu baru saja menyelesaikan "sarapan" mewahnya.
Evakuasi Berlangsung Alot
Tak ingin ambil risiko, pemilik rumah segera menghubungi Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana. Pasalnya, keberadaan ular di tengah permukiman padat sangat membahayakan keselamatan warga sekitar.
Kepala Satpol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan Regu 1 Damkar Jembrana ke lokasi sesaat setelah menerima laporan.
"Petugas bergerak cepat dengan peralatan khusus. Mengingat ular berada di area pemukiman, penanganan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kepanikan lebih lanjut," ujar Eko.
Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Meski sempat memberikan perlawanan, ular pembelit tersebut akhirnya berhasil ditaklukan petugas tanpa ada korban luka, baik dari sisi warga maupun petugas.
Imbauan: Waspada Semak Belukar
Saat ini, ular piton tersebut telah diamankan di Mako Damkar Jembrana untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak terkait atau dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari jangkauan manusia.
Atas kejadian ini, pihak berwenang memberikan peringatan keras kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat lahan kosong.
- Waspada Lokasi: Area yang berdekatan dengan semak belukar atau lahan kosong rawan menjadi persembunyian satwa liar.
- Segera Lapor: Jika menemukan satwa berbahaya, jangan bertindak sendiri. Segera hubungi petugas ahli.
- Kebersihan Lingkungan: Pastikan area sekitar kandang ternak bersih agar tidak mengundang predator masuk.
"Intinya tetap waspada. Segera melapor jika melihat ada gangguan satwa liar yang berpotensi mengancam nyawa atau ternak," pungkas Eko. [*]
Editor : Hari Puspita