Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cuaca Tak Menentu, Muara Padanggalak Berubah Jadi “Kopi Susu”

Adrian Suwanto • Kamis, 21 Mei 2026 | 21:46 WIB
COKLAT KERUH : Air laut di kawasan Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur, tampak kotor kecoklatan, gelap. (Adrian Suwanto/Radar Bali)
COKLAT KERUH : Air laut di kawasan Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur, tampak kotor kecoklatan, gelap. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

DENPASAR, Radar Bali.id - Cuaca ekstrem yang tidak menentu belakangan ini mulai berdampak pada kondisi pesisir di Kota Denpasar.

Baca Juga: Sampah Tumbuhan Laut Kotori Pantai Sanur

Setelah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang disertai angin kencang, kondisi muara sungai di kawasan Pantai Padanggalak, Kesiman, terpantau memprihatinkan pada Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Sampah Kayu dan Plastik dari Sungai Kotori Laut

Limpahan air dari hulu membawa material lumpur dan sampah yang membuat warna air laut berubah drastis menjadi cokelat pekat, layaknya tampilan "kopi susu". Tak hanya soal estetika, kondisi ini memicu kekhawatiran akan tingginya tingkat pencemaran di area tersebut.

Fenomena ini pun memantik respons cepat dari pihak terkait. Warga maupun wisatawan diimbau untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di laut, terutama di sekitar area muara yang kotor itu .

Selain masalah polusi air, cuaca buruk ini juga memicu gelombang tinggi. Masyarakat pesisir diminta tetap waspada mengingat perubahan cuaca yang sering terjadi secara tiba-tiba dalam beberapa hari terakhir. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#hujan mendadak #padanggalak #ombak tinggi #cuaca tak menentu #cuaca buruk