Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Stok Aman, Sapi Bali Asal Gianyar Merajalela di Sejumlah Kota Besar di Jawa Menjelang Idul Adha

Ida Bagus Indra Prasetia • Minggu, 24 Mei 2026 | 17:58 WIB
PESANAN PRESIDEN : Sapi bali milik Kadek Astitiya seberat 608 kilogram dipilih sebagai sapi presiden yang akan disumbangkan untuk Idul Adha. (foto:ist)
PESANAN PRESIDEN : Sapi bali milik Kadek Astitiya seberat 608 kilogram dipilih sebagai sapi presiden yang akan disumbangkan untuk Idul Adha. (foto:ist)

 GIANYAR, Radar Bali .id– Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari, ketersediaan sapi kurban di Kabupaten Gianyar dipastikan aman. Pasokan melimpah ini siap memenuhi kebutuhan masyarakat lokal maupun pengiriman keluar pulau.

Baca Juga: Langganan Istana, Sapi Bali Montok Milik Peternak Buleleng Kembali Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban 2026

Namun, tak bisa dimungkiri, meroketnya permintaan pasar membuat harga sapi di bumi seni ini mulai "kejar-kejaran" alias mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Dinas terkait menyebutkan, ribuan sapi Bali asal Gianyar sejatinya telah "merantau" ke berbagai daerah di luar Bali sejak pertengahan April 2026. Permintaan tertinggi datang dari kota-kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Semarang, Solo, hingga Surabaya.

Sapi Bali memang menjadi primadona karena dinilai lebih sehat, berkualitas, dan memiliki cita rasa daging yang khas.

Tim Komunikasi Informasi dan Edukasi Persatuan Dokter Hewan Indonesia (KIE PDHI) Bali, drh. Arya Dharma, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sapi menjelang Iduladha merupakan fenomena tahunan yang normal akibat hukum pasar.

"Di sejumlah daerah di Indonesia, harga sapi bahkan dilaporkan naik sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor mendekati hari raya," ujarnya.

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Arya Dharma menegaskan bahwa pemerintah bersama petugas kesehatan hewan terus memperketat barikade pengawasan lalu lintas ternak. Langkah preventif mulai dari pemeriksaan fisik, vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hingga penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) digencarkan agar sapi yang beredar benar-benar layak kurban.

Masyarakat pun diimbau untuk menjadi pembeli yang cerdas. ”Pastikan hewan memiliki SKKH, ada identitas yang jelas, dan jangan tergiur harga murah untuk ternak yang sakit. Kita juga minta semua pihak menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan,” tegasnya.

Kliwon, Sapi Abianbase yang Dipinang Presiden

Di tengah hiruk-pikuk pasar kurban, kabar membanggakan datang dari peternak muda asal Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Gianyar. Sapi Bali hasil gatelan tangan dingin Kadek Astitiya, 38, sukses terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI, Prabowo Subianto.

Sapi gempal berbobot jumbo 608 kilogram itu bernama Kliwon. Kliwon lahir dan tumbuh di kandang Silih Asih Farming, sebuah peternakan lokal yang beberapa tahun terakhir konsisten menerapkan manajemen modern dan berkelanjutan.

”Kami mengajukan sapi terbaik yang ada di kandang, yaitu Kliwon. Selain memiliki bobot terbesar, kondisi kesehatannya juga sangat prima,” ungkap Kadek Astitiya dengan nada bangga. [*]

Editor : Hari Puspita
#sapi bali #peternak sapi #idul adha #harga sapi naik #hari raya kurban