Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Puncak Haji Armuzna: 698 Jemaah Asal Bali Tiba di Mina untuk Lontar Jumrah

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 28 Mei 2026 | 11:30 WIB
jemaah haji Indonesia berada di lantai 3 jamarat Mina sebelum melakukan prosesi lontar jumrah pada hari Idul Adha (27/5). (Foto: Kemenhaj)
jemaah haji Indonesia berada di lantai 3 jamarat Mina sebelum melakukan prosesi lontar jumrah pada hari Idul Adha (27/5). (Foto: Kemenhaj)

 

RADAR BALI - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Sebanyak 698 jemaah haji asal Provinsi Bali kini telah berada di Mina untuk menjalani prosesi mabit (bermalam) dan melontar jumrah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff menyampaikan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah, hingga akhirnya tiba dengan selamat di Mina.

“Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria Assegaff di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Keberhasilan proses Armuzna ini merupakan hasil sinergi kuat antara seluruh petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan selama fase puncak haji.

Saat ini, fokus pelayanan diarahkan penuh pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, khususnya dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik berikutnya.

Untuk memastikan kelancaran tersebut, strategi pelayanan yang diterapkan meliputi kesiapan personel. Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina, baik di tenda-tenda jemaah maupun di sejumlah pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat.

Sejumlah petugas khusus juga disiapkan untuk berjaga di area Masjidil Haram untuk memandu jemaah yang melaksanakan tawaf ifadah dan sai haji.

Para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc, di mana masing-masing satuan bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.

Imbauan Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem

Mengingat suhu di Mina yang cukup ekstrem hingga mencapai 41 derajat celcius, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk tetap mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditentukan dan tidak memaksakan diri.

Jemaah Indonesia sangat dilarang untuk melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan ekstrem.

Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan jalur dua atau jalur atas yang telah disiapkan sebagai jalur resmi pergerakan menuju Jamarat.

Selain itu, jemaah diingatkan untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan secara teratur.

Jemaah juga diimbau menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda dan membatasi aktivitas fisik di luar keperluan ibadah.

Petugas haji juga memberikan perhatian dan pendampingan ekstra bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah risiko tinggi melalui bantuan keluarga kloter maupun ketua rombongan.

Data Jemaah Haji Asal Bali

Berdasarkan data resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, total jemaah asal Bali yang saat ini tengah berjuang menyelesaikan rangkaian ibadah haji berjumlah 698 orang yang terdiri dari 657 orang jemaah haji reguler, 35 jemaah haji prioritas, 2 orang Pembimbing Ibadah KBIHU dan 4 orang Petugas Haji Daerah (PHD).

 

Editor : Ibnu Yunianto
#puncak haji armuzna #Info haji 2026 #jemaah haji bali #kementerian haji dan umrah