RADAR BALI - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama resmi bergulir sejak 1 Juni 2026 melalui berbagai pintu debarkasi.
Bagi jemaah haji asal Provinsi Bali, titik kepulangan mereka akan dipusatkan di Debarkasi Surabaya (SUB) sebelum akhirnya kembali ke Pulau Dewata.
Berdasarkan jadwal resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), rombongan jemaah haji asal Bali dijadwalkan terbang dari Arab Saudi pada 9 Juni 2026. Rombongan ini diperkirakan tiba di Bali pada Rabu, 10 Juni 2026.
Pada musim haji tahun ini, total jemaah asal Bali yang berangkat ke tanah suci berjumlah 680 jemaah. Jumlah tersebut merupakan data final setelah adanya penyesuaian dari kuota dasar awal sebanyak 698 jemaah.
Perubahan angka terjadi karena dinamika menjelang keberangkatan, di antaranya 23 jemaah mutasi keluar provinsi, 5 jemaah mutasi masuk, serta 8 jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena faktor kesehatan maupun wafat.
Posisi jemaah yang batal berangkat tersebut kemudian diisi oleh barisan cadangan sesuai nomor urut porsi. Seluruh jemaah Bali ini tergabung ke dalam dua kelompok terbang, yaitu Kloter SUB-70 dan Kloter SUB-71.
Di balik persiapan kepulangan ini, kabar duka menyelimuti rombongan jemaah haji Bali. Hingga selesainya fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), dilaporkan dua jemaah haji asal Bali meninggal dunia di Mekkah akibat faktor usia dan kelelahan fisik.
Jemaah pertama yang berpulang adalah Maljunah Sadirmo, jemaah perempuan asal Kabupaten Gianyar yang berada di Kloter SUB-70. Almarhumah mengembuskan napas terakhir pada hari Jumat di Rumah Sakit King Faisal, Mekkah, setelah sebelumnya sempat pingsan di hotel tempatnya menginap.
Kabar duka berikutnya datang dari Kloter SUB-71, yakni Ibrahim Mujab. Jemaah lansia berusia 75 tahun asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng ini wafat pada Minggu, 31 Mei 2026, di rumah sakit yang sama akibat kondisi fisik yang terus menurun pasca-aktivitas di Armuzna.
Kendati wafat sebelum seluruh rangkaian selesai, PPIH memastikan ibadah haji kedua almarhum tetap sah dan tuntas. Keduanya telah menyelesaikan rukun paling utama, yakni wukuf di Arafah.
Untuk sisa rangkaian ibadah yang belum terpenuhi seperti tawaf ifadah dan sai haji, petugas penyelenggara haji di Arab Saudi telah mem-badal-kannya (mewakilkan). Kedua jenazah telah disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan dengan layak di Makbaroh Saraya di dekat Padang Arafah.
Sementara itu, untuk menyambut kedatangan jemaah yang sehat walafiat, pihak otoritas bandara dan imigrasi di Debarkasi Surabaya telah menyiapkan alur kepulangan yang lebih ringkas.
Jemaah haji Bali nantinya tidak langsung mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, melainkan transit terlebih dahulu di Asrama Haji Kelas I Surabaya untuk menyelesaikan proses keimigrasian dan pemeriksaan kesehatan.
Tahun ini, pihak imigrasi menerapkan sistem seamless corridor berbasis biometrik serta jalur khusus tanpa antre. Fasilitas baru ini dirancang agar pemeriksaan dokumen, terutama bagi jemaah lansia, bisa rampung hanya dalam hitungan detik.
Setelah seluruh proses di Surabaya selesai, rombongan akan langsung diberangkatkan menuju titik penjemputan resmi di kabupaten dan kota masing-masing di Bali, seperti Denpasar, Badung, dan wilayah lainnya.
Pihak keluarga yang hendak menjemput diimbau untuk terus memantau pembaruan jadwal kepulangan melalui Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Bali atau KBIHU yang mendampingi, demi memastikan ketepatan jam kedatangan bus rombongan di titik penjemputan.***
Editor : Ibnu Yunianto