Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PORJAR Bali 2026 Dibuka, Atlet Diguyur Bonus Ratusan Juta

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:10 WIB
Ilustrasi - Atlet melakukan lompatan di pekan olah raga pelajar.
Ilustrasi - Atlet melakukan lompatan di pekan olah raga pelajar.

 

RADAR BALI - Denyut nadi olahraga di Pulau Dewata resmi meningkat mulai hari ini seiring ditabuhnya genderang perang kompetisi antarpelajar tertinggi di daerah ini.

Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 secara resmi dimulai Jumat (5/6) dan akan memusatkan seluruh rangkaian pertandingan di Kota Denpasar hingga 10 Juni mendatang.

Atmosfer kompetisi dipastikan berjalan sangat kompetitif mengingat panitia induk tahun ini mementaskan total 44 cabang olahraga yang tersebar ke dalam 39 cabang olahraga resmi dan 5 cabang olahraga ekshibisi.

Sengitnya persaingan di arena pertandingan sudah terasa bahkan sebelum peluit pertama ditiup, terutama jika melihat masifnya jumlah delegasi yang dikirimkan oleh masing-masing daerah.

Kota Denpasar selaku tuan rumah langsung menggebrak dengan mengerahkan total kontingen mencapai 1.567 orang yang mencakup kekuatan penuh atlet, pelatih, hingga ofisial.

Langkah ini langsung ditempel ketat oleh sang petahana juara bertahan, Kabupaten Badung, yang memberangkatkan kekuatan tempur utama berkekuatan 1.441 atlet dari total 1.707 orang dalam rombongan kontingennya.

Kesiapan matang juga ditunjukkan oleh barisan kontingen dari wilayah utara Pulau Dewata. Sehari sebelum pembukaan, Kamis (4/6), Pemerintah Kabupaten Buleleng telah melepas secara resmi delegasi besarnya yang berkekuatan 1.275 personel di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja.

Rombongan dari Bumi Panji Sakti ini terdiri atas 1.048 atlet lintas jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK, dengan didampingi oleh 191 pelatih serta 36 panitia pendamping.

Para atlet Buleleng dijadwalkan turun bertanding pada 38 cabang olahraga dari total keseluruhan cabor yang disediakan oleh panitia provinsi.

Tidak sekadar berpartisipasi, Buleleng mematok target yang sangat ambisius pada edisi kali ini. Mereka membidik misi mempertahankan posisi tiga besar di klasemen akhir dengan torehan minimal 134 medali emas, atau melonjak 10 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu. 

Manajemen kontingen bahkan berani menargetkan agar minimal 75 persen dari total atlet yang diberangkatkan mampu pulang membawa medali ke kampung halaman.

Tekanan di papan atas ini juga akan semakin menarik dengan kehadiran kontingen lain seperti Kabupaten Gianyar yang diperkuat oleh 590 atlet pelajar pilihan, serta Kabupaten Bangli yang mengirimkan 220 atlet potensialnya demi merusak dominasi kekuasaan wilayah-wilayah besar.

Guna mengimbangi besarnya volume kekuatan atlet dan membakar ambisi juara para patriot olahraga muda tersebut, sejumlah pemerintah daerah di Bali tidak main-main dalam memberikan stimulus ekonomi.

Demi mengamankan target utama mempertahankan takhta Juara Umum, Pemkab Badung telah mengetok nominal bonus apresiasi perorangan yang sangat menggiurkan.

Setiap atlet Badung yang sukses mempersembahkan medali emas dijanjikan bonus sebesar Rp 7.000.000, sementara untuk peraih medali perak dan perunggu masing-masing akan mengantongi Rp 5.500.000 dan Rp 4.500.000.

Langkah agresif serupa diambil oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Klungkung bersama Bupati I Made Satria.

Bertekad kuat untuk mendongkrak posisi daerah agar bisa menembus peringkat yang lebih tinggi dari posisi lima besar pada tahun lalu, Pemkab Klungkung mengumumkan jaminan bonus tunai langsung bagi peraih medali tertinggi.

Dalam skema tersebut, atlet peraih medali emas akan diberikan penghargaan tunai senilai Rp 5.000.000. Kebijakan di Klungkung terbilang merata karena jajaran kepelatihan yang berhasil mengantarkan anak asuhnya meraih medali emas juga ikut kecipratan bonus Rp 2.000.000.

Strategi berbeda namun tak kalah masif diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan. Daerah ini mengalokasikan anggaran bonus Rp 800 juta untuk mengamankan minimal 55 medali emas pada ajang tahun ini.

Dengan stimulus penghargaan yang meningkat tajam, Porjar Bali 2026 dipastikan tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, melainkan pertempuran gengsi antarwilayah yang penuh dengan tensi tinggi.***

Editor : Ibnu Yunianto
#pekan olah raga pelajar bali 2026 #porjar bali 2026 #Bonus Atlet Pelajar #olahraga bali #KONI Bali