Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wajah Baru Kuta: Pedestrian 5 Meter, Bebas Parkir Liar, dan Pantai Bebas Abrasi

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 6 Juni 2026 | 13:50 WIB
BUKAN PIPA AIR: Seorang warga duduk di pipa penyalur pasir Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II yg sudah tersambung di Pantai Jerman
BUKAN PIPA AIR: Seorang warga duduk di pipa penyalur pasir Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II yg sudah tersambung di Pantai Jerman

 

RADAR BALI – Kawasan wisata internasional Kuta bersiap tampil dengan wajah baru yang lebih modern, rapi, dan bebas macet.

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) secara resmi telah memulai tahapan fisik proyek penataan kawasan tersebut.

Pada Rabu (20/5), tim teknis melakukan pengukuran lapangan di sepanjang Jalan Pantai Kuta, mulai dari titik Hotel Hard Rock Kuta hingga Hotel Pullman Legian.

Rencana besar ini mencakup pelebaran dan penataan jalur pedestrian sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Jalur pedestrian baru ini memiliki lebar 5,15 meter.

Selain memperluas ruang pergerakan bagi wisatawan, kawasan ikonik ini akan dipercantik dengan konsep taman yang lebih tertata estetis, pohon peneduh berukuran besar, serta tempat duduk publik di sepanjang jalur.

Tampilan kawasan wisata ini juga akan diperkuat dengan penataan kabel utilitas yang ditempatkan di bawah trotoar (grounding) agar pemandangan pantai bebas dari kesan semrawut.

Mengingat skala proyek dan padatnya aktivitas di Kuta, pengerjaan pelebaran pedestrian ini akan dilakukan secara bertahap.

Sebagian pengerjaan fisik dilaksanakan pada tahun ini, sedangkan sisanya akan dilanjutkan pada 2027 mendatang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung I Putu Teddy Widnyana Putra mengakui adanya dinamika di lapangan berupa permintaan waktu tambahan dari pelaku usaha untuk melakukan koordinasi internal, mengingat status tanah yang mereka tempati saat ini merupakan lahan sewa.

Kantong Parkir dan Transportasi Listrik Disiapkan

Untuk melengkapi penataan pedestrian, Pemkab Badung juga menyiapkan penataan lalu lintas demi mengatasi kemacetan kronis yang kerap dipicu oleh sempitnya ruas jalan dan maraknya parkir liar.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembangunan kantong-kantong parkir terpusat. Langkah ini nantinya akan diikuti dengan penerapan kebijakan kawasan bebas parkir di sepanjang jalur utama Kuta.

Sebagai solusi mobilitas, pemerintah daerah merancang transportasi publik berbasis listrik yang akan melayani kawasan wisata tersebut untuk mengurangi beban kendaraan sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Proyek Breakwater Selesai, Pengisian Pasir Berlangsung

Di sektor pesisir, penanganan abrasi menjadi prioritas utama karena pasir Pantai Kuta telah terkikis hingga 15–20 meter. Untuk mengatasi masalah ini, proyek penanganan abrasi yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida menunjukkan progres signifikan.

Pembangunan lima unit breakwater atau pemecah gelombang di sepanjang pesisir Pantai Kuta telah rampung seluruhnya pada akhir April 2026.

Struktur yang dibangun secara seamless dengan anggaran senilai Rp 260 miliar ini memiliki panjang masing-masing 110 meter. Fungsi utamanya adalah memecah ombak sehingga bibir pantai terlindungi dari gerusan arus.

Lima breakwater tersebut dibangun berjajar, di mana BW 1 berada di depan Hotel Anvaya dan BW 5 berada di dekat Setra Kuta. Breakwater terakhir atau BW 5 di dekat Setra Kauh Desa Adat Kuta selesai dikerjakan pada 30 April 2026.

Seluruh proyek revitalisasi pantai dari Kuta hingga Seminyak dengan total panjang 5,3 kilometer ini ditargetkan rampung pada November 2026 dan diharapkan mampu mengembalikan kondisi pantai seperti sebelum terkena abrasi.

Rencana Jangka Panjang: Pedestrian Raksasa Tuban-Canggu

Integrasi penataan pesisir ini dipastikan tidak berhenti di Kuta saja. Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp 250 miliar untuk melanjutkan penanganan abrasi hingga ke kawasan Canggu, sehingga menyatukan wilayah Tuban, Kuta, hingga Canggu.

Rencana jangka panjang dari kolaborasi ini adalah membangun jalur pedestrian pesisir raksasa yang membentang dari Tuban hingga Canggu dengan lebar sekitar 8 meter. Jalur modern ini akan memisahkan antara jalur jogging dan jalur sepeda listrik berbasis digital.

"Setelah breakwater selesai dan pasir kembali ditata, kita akan bangun pedestrian pesisir yang lebih modern dan nyaman untuk masyarakat maupun wisatawan," ujar bupati Badung, Adi Arnawa.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#infrastruktur #wisata bali #revitalisasi pantai kuta #pantai kuta #pemkab badung