Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Peringati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, FPM Bali Bersihkan Sampah Laut dan Rawat Hutan Mangrove di Benoa Bali

Tim Redaksi • Senin, 8 Juni 2026 | 18:41 WIB
AKSI KONGKRIT: Relawan dan aparat berbaur memberisihkan sampah di area Mangrove dalam kegiatan Clean Up di Mangrove Benoa. (ISTIMEWA/radarbali.id)
AKSI KONGKRIT: Relawan dan aparat berbaur memberisihkan sampah di area Mangrove dalam kegiatan Clean Up di Mangrove Benoa. (ISTIMEWA/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Hari Lingkungan Hidup Dunia Tahun 2026 dimanfaatkan oleh Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali untuk melakukan pembersihan sampah laut secara masif.

Koordinator FPM Bali Wahyu Murti S mengatakan, kegiatan tersebut berupa pembersihan sampah laut di area hutan mangrove di Kawasan Benoa Bali.

"Dalam merayakan hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Forum Peduli Mangrove Bali mengadakan kegiatan Clean Up di Mangrove Benoa, dengan melibatkan semua kelompok dan komunitas yang peduli terhadap mangrove, kebersihan dan pelestarian kawasan hutan mangrove di Benoa Bali," ujarnya saat dikonfirmasi Senin siang (8/6/2026).

Ia menegaskan, rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan sejak Minggu 7/6/2026). Clean up ini dihadiri oleh UPTD Tahura Ngurah Rai, Ditpolairud, Polsek, Kodim 1611 Badung, Babinsa, Management LV8, Discovery Mall, Kartika Plaza Hotel, Bank AGI, KMPL FK Unud, Bali Sruti, Mangrove Ranger, Baruna Balarama Fantasi, KMHDI Badung, Duta Damai Bali, Bem Udayana, SMPN 3 Kuta Selatan, Polsek Kuta Selatan, SMAN 2 Kuta Selatan, Kepala lingkungan Benoa, dan Mapala MSB Undiknas.

"Kegiatan clean up mangrove ini dilakukan untuk menjaga agar lingkungan sekitar dan di dalam mangrove bersih dari sampah anorganik," ujarnya.

Baca Juga: Tekankan Pencegahan Penyakit Dibandingkan Pengobatan, RSBM Tawarkan Medical Wellness

Banyaknya kelompok yang terlibat ini mengindikasikan bahwa mangrove dan pelestarian lingkungan laut dan pesisir menjadi kepedulian bersama.

Ia melanjutkan, setelah melakukan clean up, peserta melakukan foto terbaiknya untuk diposting di sosial media mereka untuk menyemarakkan kegiatan lingkungan ini. Pembersihan dimulai pukul 07.30 – 09.30 dengan 100 personil.

Sampah yang didapatkan sejumlah 351 kilogram. "Dengan kegiatan ini harapannya banyak generasi muda mencintai lingkungan dan tertib dalam membuang sampah supaya tidak mencemari lingkungan," ujarnya.

FPM Bali sendiri telah melakukan banyak hal untuk pelestarian mangrove dan pelestarian lingkungan pesisir di seputaran Benoa Bali.

Selama ini upaya pelestarian lingkungan pesisir di Bali terus digencarkan oleh FPM Bali yang sangat konsisten konsisten merawat dan merehabilitasi hutan mangrove, khususnya di kawasan Teluk Benoa yang menjadi salah satu ekosistem penting di Pulau Dewata.

FPM Bali selalu fokus pada perlindungan, pelestarian, serta rehabilitasi hutan mangrove selama lebih dari 13 tahun, dengan terus melibatkan berbagai unsur masyarakat, pemerintah, hingga relawan dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Sementara untuk di kawasan Tahura Ngurah Rai, Benoa, FPM Bali secara rutin melakukan kegiatan penanaman, perawatan, hingga pembersihan area mangrove.

FPM Bali meyakini jika mangrove memiliki fungsi vital, mulai dari mencegah abrasi, menahan gelombang laut, hingga menjadi habitat bagi berbagai biota laut. Selain itu, hutan mangrove juga berperan sebagai paru-paru alami bagi wilayah Denpasar dan sekitarnya. 

Kawasan Teluk Benoa sendiri merupakan salah satu ekosistem mangrove terbesar di Bali, namun menghadapi berbagai ancaman seperti pencemaran, pembangunan, hingga alih fungsi lahan.

Kondisi ini mendorong FPM Bali untuk terus melakukan rehabilitasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan pesisir.

Selain aksi lapangan, FPM Bali juga aktif dalam program edukasi lingkungan, termasuk mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mitigasi perubahan iklim. Kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian hutan mangrove di Benoa.***

Editor : M.Ridwan
#Forum Peduli Mangrove #hutan mangrove bali #clean up #hari lingkungan hidup sedunia #radarbali