RADAR BALI - Pemerintah resmi menetapkan tiga proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlokasi di Bekasi, Bogor, dan Denpasar Raya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Penetapan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 16/2025 yang memasukkan Program Pengelolaan Sampah Terpadu ke dalam PSN, serta Perpres No. 35/2018 dan Perpres No. 109/2025 terkait percepatan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.
Ketiga proyek PSN tersebut meliputi PSEL Denpasar Raya (Bali): Dilaksanakan Nusantara Bali New Energy dan PSEL Bekasi yang dilaksanakan oleh Bekasi Environment Nusantara. Selain itu PSEL Bogor Raya yang dilaksanakan oleh Nusantara Bogor New Energy
Tiga proyek PSEL tersebut dikembangkan pemerintah melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak usaha PT Danantara Investment Management (DIM).
Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir menyatakan, proyek PSEL didesain untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengoptimalkan bauran energi terbarukan.
“Melalui Denera, kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang,” ujar Pandu dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).
Masuknya ketiga proyek dalam daftar PSN menandakan pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh. Dukungan diberikan sejak proses pengurusan izin dan regulasi, pengadaan lahan, kepastian pembiayaan dan jaminan pemerintah, dan perlindungan hukum.
Chief Executive Officer Denera Fadli Rahman menambahkan, pengelolaan sampah kini telah bergeser dari sekadar kebutuhan berskala daerah menjadi bagian dari kepentingan strategis nasional.
“Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya,” kata Fadli.
Ke depan, DIM dan Denera memproyeksikan ketiga proyek awal ini sebagai cetak biru transformasi pengelolaan sampah nasional yang dapat menciptakan nilai tambah ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan secara terintegrasi.
Editor : Ibnu Yunianto