RADAR BALI - Pemerintah tengah mengembangkan layanan taksi perairan atau water taxi di Bali untuk memangkas waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke kawasan Canggu menjadi sekitar 30 menit.
Proyek strategis ini didasarkan pada tingginya minat wisatawan terhadap Canggu yang masuk dalam tiga besar destinasi wisata dengan minat tertinggi, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Di Bandara Ngurah Rai, dermaga taksi air akan berada di Pantai Sekeh yang tidak jauh dari terminal domestik. Sedangkan di kawasan Canggu, dermaga akan dibangun di Pantai Berawa, tidak jauh dari sejumlah beach club terkenal.
Taksi air tersebut diharapkan menjadi solusi atas kemacetan lalu lintas yang kian padat di Denpasar dan Badung sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan pariwisata.
Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh dari bandara hingga Canggu saat ini membutuhkan waktu 1 hingga 2 jam jika menggunakan kendaraan darat.
Investasi Awal dan Kesiapan Infrastruktur
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa proyek water taxi di Bali ini membutuhkan investasi awal sebesar Rp 1,21 triliun.
Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk beberapa komponen vital, mulai dari pengadaan tanah pelabuhan, pengadaan armada kapal, pembangunan infrastruktur darat, hingga aspek keselamatan pelayaran dalam kondisi ekstrem.
"Dibutuhkan penahan gelombang atau breakwater untuk pelabuhan di Bandara Ngurah Rai atau Pantai Sekeh dan di Canggu atau di Pantai Berawa," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi di gedung DPR.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menambahkan bahwa proses pembangunan proyek ini dijadwalkan selesai pada Juli 2027. Saat ini, proyek sedang dalam proses usulan studi, dan pekerjaan konstruksi fisik akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2026.
Sinergi Lintas Sektor dan Studi Kelayakan
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study). Kajian komprehensif ini mencakup aspek pasar, teknis, finansial, operasional, bisnis, hingga sosial, budaya, dan lingkungan.
Hasil studi mengidentifikasi lintasan Pantai Sekeh menuju Canggu (Pantai Berawa) sebagai rute prioritas pada tahap awal pengembangan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam merespons kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan pariwisata unggulan.
Saat ini, proyek berada pada tahap lanjutan dengan fokus pada penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan aspek perizinan.
VP Komersial PT ASDP Indonesia Ferry Rizki Dwianda menambahkan, pihaknya menggandeng Universitas Udayana untuk melakukan kajian budaya agar implementasi water taxi memberikan manfaat maksimal, baik dalam penciptaan lapangan kerja, peluang usaha baru, maupun peningkatan pendapatan masyarakat lokal.
Catatan Terkait Proyek MRT dan LRT Bali
Dalam kesempatan rapat kerja yang sama di DPR RI, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga membagikan perkembangan mengenai rencana proyek transportasi berbasis rel di Bali.
Berbeda dengan proyek water taxi yang terus bergulir maju, proyek MRT maupun LRT di Bali saat ini masih belum menunjukkan perkembangan signifikan. Menteri Perhubungan mengungkap bahwa sampai saat ini belum ada investor yang kembali menyatakan minat atau datang untuk membicarakan kelanjutan pengembangan jalur kereta tersebut.
Meskipun demikian, pemerintah berkomitmen untuk tetap aktif menawarkan proyek MRT dan LRT Bali kepada pihak-pihak investor potensial.***
Editor : Ibnu Yunianto