Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Presiden Absen Lagi, De Gadjah Sebut Komitmen untuk Bali Tak Diukur dari Kehadiran

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 14 Juni 2026 | 22:08 WIB
RESPONS SOAL PRESIDEN: Ketua DPD Partai Gerindra Bali I Made Muliawan Arya alias De Gadjah saat menghadiri pembukaan PKB di Renon Denpasarm Sabtu 13 Juni 2026. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)
RESPONS SOAL PRESIDEN: Ketua DPD Partai Gerindra Bali I Made Muliawan Arya alias De Gadjah saat menghadiri pembukaan PKB di Renon Denpasarm Sabtu 13 Juni 2026. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)

 

DENPASARradarbali.jawapos.com – Absennya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 menjadi pertanyaan masyarakat. Sebab, dunia mengakui PKB adalah ajang tahunan pesta kesenian yang prestisius.  

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah menyebut alasan Presiden berhalangan hadir karena harus menjalankan tugas kenegaraan.

Pernyataan tersebut disampaikan De Gadjah usai menghadiri Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026 di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Sabtu (13/6/2026).

Prabowo sebagai kepala negara, kata De Gadjah memiliki tanggung jawab besar yang harus dijalankan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

"Sebagai Presiden Republik Indonesia, tentu Bapak Presiden memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang harus beliau jalankan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Kita hormati dan pahami bersama," katanya.

De Gadjah mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait ketidakhadiran Presiden dalam pembukaan ajang seni dan budaya terbesar di Bali tersebut.

Ia menegaskan hubungan Presiden Prabowo dengan masyarakat Bali tetap terjalin baik dan perhatian pemerintah pusat terhadap Pulau Dewata tidak berkurang.

"Yang terpenting, jangan sampai ketidakhadiran beliau dalam satu acara menimbulkan persepsi yang tidak perlu. Hubungan Presiden dengan Bali tetap baik, perhatian dan komitmen beliau terhadap Bali juga tetap ada," ungkapnya.

Kehadiran Presiden tentu akan membahagiakan, tetapi menurutnya perhatian dan komitmen kepada Bali tidak bisa diukur hanya dari kehadiran atau ketidakhadiran dalam satu acara.

"Mari kita hormati tugas Presiden dan bersama-sama menyukseskan Pesta Kesenian Bali sebagai kebanggaan masyarakat Bali dan Indonesia," ajaknya.

 Baca Juga: Ajak Sukseskan PKB, De Gadjah Sebut Perhatian Presiden untuk Bali Tak Berkurang

Lebih lanjut, De Gadjah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan PKB sebagai momentum memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya, serta menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Bali.

"Fokus kita adalah menyukseskan kebanggaan masyarakat Bali ini, bukan memperdebatkan hal-hal yang dapat mengurangi makna dari acara tersebut," imbuhnyanya.

Menurut De Gadjah, kehadiran ataupun ketidakhadiran dalam suatu kegiatan tidak dapat dijadikan ukuran perhatian pemerintah terhadap Bali.

Yang terpenting adalah komitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya, memperkuat pembangunan daerah, dan menjaga Bali sebagai salah satu wajah kebudayaan Indonesia di mata dunia.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar menuturkan,  PKB merupakan agenda budaya strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian seni dan budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Ia meyakini sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, seniman, budayawan, dan seluruh masyarakat Bali akan terus memperkuat upaya pelestarian budaya serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

"PKB adalah kebanggaan masyarakat Bali dan kebanggaan Indonesia. Mari kita nikmati, kita jaga, dan kita sukseskan bersama dalam suasana yang adem, harmonis, dan penuh semangat menyama braya. Budaya harus menjadi pemersatu, bukan ruang untuk memperbesar perbedaan,” tutup De Gadjah.

PKB XLVIII Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (13/6). Perhelatan budaya tahunan yang mengusung tema, “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” tersebut diikuti seluruh kabupaten dan kota di Bali melalui beragam pertunjukan seni, pawai budaya, pameran, lomba, serta kegiatan kebudayaan lainnya.***

Editor : M.Ridwan
#PKB ke 48 #Pesta Kesenian Bali 2026 #De Gadjah