NEGARA, radarbali.jawapos.com – Lantunan ayat suci Al-Qur'an resmi menggema, menggetarkan ruang-ruang di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, menandai gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI dan Festival Seni Budaya Islami (FSBI) Tingkat Provinsi Bali yang dibuka resmi pada Jumat (19/6/2026).
Gelaran kali ini membawa atmosfer berbeda. Tidak sekadar ajang adu bakat seni membaca kitab suci, event dua tahunan ini sukses dikemas menjadi panggung diplomasi budaya dan promosi wisata Jembrana.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menangkap jeli peluang emas ini. Di hadapan 478 peserta/kafilah yang datang dari sembilan kabupaten/kota se-Bali, orang nomor satu di Kabupaten Jembrana ini tidak hanya berbicara tentang kompetisi yang sehat, tetapi sekaligus menyodorkan kehangatan "Bumi Makepung" sebagai rumah liburan yang ramah, indah dan menyenangkan.
"Kalau nanti selesai lomba sempat berkeliling, jangan lupa menikmati Jembrana. Kulinernya dicoba, pesona pantai-pantainya dinikmati, kami juga punya terasering persawahan yang tak kalah indah, " ajak Bupati Kembang Hartawan dengan nada akrab.
Bagi Kepala Daerah politisi PDIP ini, kehadiran ratusan kafilah dan official adalah momentum terbaik untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal.
Ia berharap, sepulangnya dari Jembrana, para peserta membawa cerita manis tentang daerah yang inklusif ini.
"Ceritakan kepada keluarga di rumah bahwa Jembrana bukan hanya tempat MTQ, tetapi daerah wisata yang ramah, indah, dan selalu terbuka untuk siapa saja," serunya, sambil tersenyum.
Di tengah persaingan ketat memperebutkan gelar juara, Bupati Kembang mengingatkan esensi fundamental dari sebuah pertemuan besar di Bali. Yakni, Persaudaraan (Menyama Braya). Ia meminta seluruh peserta melepas beban kompetisi dan bertanding dengan ketulusan serta sportivitas tinggi.
"Menjadi juara memang membanggakan, tetapi menjalin persaudaraan dengan saudara-saudara dari seluruh Bali adalah hadiah yang nilainya jauh lebih besar," tegasnya.
Pesan mendalam ini klop dengan tema besar yang diusung MTQ tahun ini yaitu, “Menguatkan Syiar Al-Qur’an dalam Bingkai Kerukunan dan Kebhinekaan Menuju Masyarakat Bali yang Toleran dan Harmoni”.
Sebuah narasi yang menegaskan bahwa di bawah langit Bali, perbedaan adalah harmoni yang memperkaya kebersamaan yang beragam.
Apresiasi tinggi pun datang dari pihak penyelenggara. Ketua Panitia Pelaksana, H. Muhammad Yunus, S.Pd.I, saat naik podium memuji totalitas Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memfasilitasi acara, baik secara moril maupun materil.
Yunus melaporkan, MTQ berlangsung 19 - 20 Juni 2026, dengan total Peserta 478 Kafilah dari 9 Kabupaten/Kota.
Para peserta sebut dia, berkompetisi pada 6 cabang lomba dan 18 golongan.
“Sebagai tuan rumah, tentu saja Jembrana punya obsesi untuk merebut juara umum, terlebih sudah di support pak Bupati dengan 100 jutanya. Namun siapaun yang merebut juara umum terpenting pelaksanaan lomba berjalan fair,” tandas Yunus, yang juga anggota DPRD Jembrana, ini.
Dengan waktu pelaksanaan yang padat selama dua hari, Jembrana praktis menjadi pusat perhatian. Multiplayer effect dari kunjungan ratusan warga luar daerah ini langsung terasa, mulai dari keterisian penginapan hingga geliat warung-warung kuliner khas Jembrana.
Lewat MTQ XXXI ini, Jembrana tidak hanya sukses menjadi panggung syiar Islam dan seni budaya yang khusyuk, tetapi juga berhasil menunjukkan kelasnya sebagai destinasi wisata yang matang, toleran, dan selalu rindu untuk dikunjungi kembali.
Ketua LPTQ Provinsi Bali, H. Masrur Makmur menyerahkan secara simbolik piala bergilir kepada Bupati Jembrana Kembang Hartawan dilanjut pengambilan sumpah para dewan juri/hakim MTQ sebelum menjalankan tugasnya.
Acara pembukaan semakin meriah dengan adanya pawai seni budaya Islam dan tari saman yang memikat dari pelajar MAN 1 Jembrana.***
Editor : M.Ridwan