Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Selat Bali Cuaca Buruk: Kemacetan Menuju Pelabuhan Ketapang Capai 7,5 Km Hari Ini

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB
Ilustrasi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, hendak menuju Bali. (foto.dok ASDP untuk Jawa Pos)
Ilustrasi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, hendak menuju Bali. (foto.dok ASDP untuk Jawa Pos)

 

RADAR BALI – Kemacetan parah melanda jalur pantura arah Situbondo menuju Banyuwangi pada Rabu (24/6).

Arus kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dilaporkan mengalami kelumpuhan hebat, dengan ekor antrean yang mengular panjang hingga sejauh 7,5 kilometer, nyaris menyentuh kawasan wisata Grand Watu Dodol.

Kemacetan didominasi oleh kendaraan pribadi, bus pariwisata, serta truk logistik. Banyak pengendara yang terjebak di jalur utama tersebut selama berjam-jam tanpa pergerakan yang berarti sebelum akhirnya bisa memasuki kantong parkir pelabuhan.

Cuaca Buruk di Selat Bali Menjadi Pemicu Utama

Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem yang melanda Selat Bali selama beberapa hari terakhir.

Sejak Senin (22/6), BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang kategori sedang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Puncaknya terjadi pada Selasa (23/6) hingga dini hari tadi, di mana angin kencang dan arus laut yang sangat deras di sekitar dermaga menyebabkan sejumlah kapal feri mengalami kesulitan hingga gagal sandar.

Waktu bongkar-muat (port time) yang membengkak otomatis memperlambat proses pengangkutan kendaraan dari darat ke kapal.

Memasuki Rabu (24/6) hari ini, cuaca di selat terpantau berawan tebal dengan potensi hujan ringan dan pergerakan angin dari tenggara yang masih fluktuatif.

Kontras dengan Ketapang, Gilimanuk Relatif Lancar

Sementara sisi Jawa mengalami kelumpuhan arus, situasi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, justru menunjukkan pemandangan kontras. Arus lalu lintas dari Bali menuju Jawa hari ini terpantau ramai lancar dan relatif terkendali.

Kantong parkir di dalam pelabuhan maupun jalur utama menjelang Gilimanuk tidak mengalami penumpukan ekstrem.

Kondisi yang kondusif ini terjadi berkat optimalisasi 7 dermaga di Gilimanuk serta penerapan pola manifes cepat, sehingga rotasi kapal yang datang dari Ketapang bisa langsung dibongkar dan segera berlayar kembali tanpa waktu tunggu lama.

Skema Urai Macet di Sisi Jawa

Guna mengatasi dampak kemacetan di Ketapang yang kian meluas, pihak ASDP Cabang Ketapang bersama jajaran Satlantas Polresta Banyuwangi memberlakukan rekayasa lalu lintas di lapangan:

Penyaringan Kendaraan Besar: Seluruh truk logistik berukuran besar dialihkan dan diwajibkan memasuki kantong-kantong parkir darurat di kawasan Bulusan agar badan jalan utama tidak tertutup total.

Pengalihan Jalur Alternatif: Untuk kendaraan kecil dan mobil pribadi, petugas mengarahkannya melalui jalur lingkar luar guna memotong antrean panjang dan mempercepat akses masuk ke pelabuhan.

Pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB): Di sisi operasional laut, otoritas pelabuhan memaksimalkan 29 unit kapal dengan menerapkan pola TBB penuh.

Begitu kapal bersandar dan membongkar muatan, mereka langsung memuat kendaraan baru untuk mempercepat rotasi.

Hingga Rabu siang ini, petugas kepolisian dan ASDP masih bersiaga penuh di jalur pantura Banyuwangi untuk mengurai sisa-sisa kepadatan, sembari mengimbau para pengguna jasa untuk memantau pembaruan cuaca maritim secara berkala.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Pelabuhan Ketapang macet #cuaca selat bali #Kemacetan Banyuwangi #Info mudik libur sekolah #pelabuhan gilimanuk