DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Aksi pengeroyokan brutal kembali terjadi di wilayah Denpasar Barat. Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia, Nikita Trifonov, 26, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pria tak dikenal di Jalan Pura Demak Barat No. 77, Tegal Harum, Minggu malam (21/6) sekitar pukul 21.00 Wita.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian tubuhnya. Mulai dari lebam dan lecet pada punggung belakang, memar di kepala bagian belakang, luka lecet pada lutut kanan, hingga merasakan pusing hebat usai dianiaya secara brutal.
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan guna memastikan kronologi lengkap kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.
“Benar ada laporan tersebut dan sementara ditindak lanjuti,” pungkas IPTU I Gede Adi Saputra Jaya. (dre)
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat korban berada di lokasi kejadian. Tanpa diduga, beberapa orang datang dari arah belakang dan langsung melancarkan serangan. Korban disebut sempat disiku pada bagian punggung hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah.
Belum sempat bangkit, para pelaku kembali melanjutkan aksinya dengan menendang kepala belakang korban menggunakan lutut serta menghantam punggung korban dengan tendangan bertubi-tubi hingga korban tersungkur.
Situasi di lokasi sempat memanas lantaran aksi pengeroyokan itu berlangsung cepat dan membuat korban tidak memiliki kesempatan untuk melawan maupun menyelamatkan diri.
Korban yang diketahui bekerja sebagai karyawan swasta itu kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian pada Senin (22/6) pukul 15.20 Wita..Dalam laporan tersebut, nama Gede S serta seorang pria berinisial Felisianus JRB disebut dalam kasus tersebut.
"Namun, hingga kini polisi masih mendalami peran masing-masing terlapor serta motif di balik aksi kekerasan itu," kisah sumber, Rabu (24/6) Dugaan sementara, pengeroyokan dilakukan secara bersama-sama dengan modus memukul dan menendang korban hingga mengalami luka fisik.
Kasus ini kini tengah ditangani aparat kepolisian Polresta Denpasar. Polisi juga kemungkinan akan memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian.
"Ya, kasus kekerasan jalanan yang melibatkan warga lokal maupun WNA di Bali menjadi perhatian serius kami," tutup sumber.***
Editor : M.Ridwan