RADAR BALI — Antrean panjang kendaraan logistik yang mengular hingga mencapai 2,6 kilometer di luar area pelabuhan memaksa otoritas penyeberangan mengambil tindakan taktis.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) langsung bergerak cepat memperketat pengawasan lalu lintas logistik menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Langkah darurat ini terpaksa diambil untuk mengantisipasi akumulasi volume kendaraan yang melonjak tajam dalam waktu bersamaan.
Kawasan barat Pulau Dewata tersebut saat ini tengah dihantam tiga momentum krusial sekaligus, yakni musim libur sekolah, libur akhir pekan panjang, serta gelombang mudik lokal masyarakat yang hendak merayakan Hari Raya Kuningan.
Kombinasi ketiga faktor ini memicu lonjakan arus kendaraan pribadi dan angkutan barang secara drastis menuju Pulau Jawa.
Mengurai Beban Pelabuhan Lewat Dua Kantong Parkir Utama
Strategi utama dalam penataan ini bertumpu pada pengaktifan dua kantong parkir khusus atau buffer zone di luar perimeter pelabuhan.
Keberadaan lahan darurat ini berfungsi untuk menahan sementara laju kendaraan besar agar tidak masuk secara bersamaan yang dapat mengunci area parkir dermaga.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi kendaraan kecil dan fasilitas publik lainnya untuk tetap bergerak.
Titik penyaringan pertama ditempatkan di Kantong Parkir Utama Cekik, yang memanfaatkan fasilitas Terminal Kargo serta area di sekitar Jembatan Timbang Cekik, Jembrana.
Lokasi strategis ini menjadi pos penyaring awal bagi armada truk logistik berdimensi besar, khususnya kendaraan golongan VI ke atas yang datang dari arah Denpasar maupun Tabanan.
Lahan di kawasan Cekik ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 150 hingga 200 unit truk logistik dalam satu waktu.
Sebagai langkah antisipasi apabila daya tampung di Jembatan Timbang Cekik mulai melebihi batas maksimal, pihak ASDP juga telah menyiagakan Kantong Parkir Cadangan di Kawasan Hutan Lindung Barat.
Lahan darurat yang berada di jalur alternatif sekitar kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) ini akan diaktifkan secara situasional.
Truk-truk logistik akan dialihkan ke lokasi ini sebelum mereka mencapai pos pemeriksaan KTP Gilimanuk, sehingga potensi penumpukan di jalur utama dapat diredam lebih awal.
Sistem Buka-Tutup dan Digitalisasi Pemeriksaan Tiket
Di kedua kantong parkir tersebut, petugas di lapangan menerapkan mekanisme operasional yang ketat, bukan sekadar menjadikannya tempat penitipan kendaraan. Sistem buka-tutup diberlakukan berdasarkan prioritas golongan kendaraan.
Ketika kondisi di dalam pelabuhan dilaporkan padat, truk logistik non-sembako atau armada dengan muatan berdimensi besar akan langsung diarahkan untuk memasuki kantong parkir.
Sebaliknya, kendaraan pribadi, sepeda motor, dan bus pariwisata diberikan prioritas utama untuk melaju langsung menuju pelabuhan melalui jalur protokol.
Tidak hanya mengatur pergerakan roda kendaraan, buffer zone ini juga difungsikan sebagai pos pemeriksaan dini bagi administrasi penyeberangan.
Petugas ASDP disiagakan untuk melakukan screening atau pengecekan awal terhadap tiket elektronik (Ferizy) yang dimiliki oleh para pengemudi truk.
Bagi armada yang kedapatan belum mengantongi tiket digital, mereka diwajibkan menyelesaikan proses pembelian di lokasi tersebut.
Kebijakan tegas diterapkan: truk hanya diizinkan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan bawah apabila kuota slot kapal telah tersedia dan area parkir dermaga dinyatakan siap menerima kendaraan.
Menyadari bahwa waktu tunggu bagi pengemudi angkutan barang akan menjadi lebih lama dibandingkan kendaraan pribadi, ASDP bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana turut menyediakan sejumlah fasilitas dasar untuk menjaga kenyamanan di lokasi penampungan sementara.
Mulai dari pendirian posko kesehatan terpadu yang dilengkapi dengan ambulans siaga, penyediaan fasilitas sanitasi berupa toilet portabel tambahan, hingga koordinasi dengan pedagang UMKM lokal terkontrol guna menjamin pasokan makanan dan kebutuhan logistik harian para pengemudi selama masa tunggu.
Rekayasa Jalur Darurat dan Percepatan Durasi Bongkar Muat
Di samping melakukan penyaringan terhadap armada logistik, Polres Jembrana juga telah mematangkan rekayasa arus lalu lintas jika pergerakan kendaraan pribadi tetap mengalami antrean panjang hingga keluar dari pelabuhan.
Untuk mengamankan kelancaran, arus sepeda motor dan mobil pribadi akan dialihkan melintasi jalur pemukiman warga atau gang-gang di sekitar Kelurahan Gilimanuk yang memiliki akses langsung menuju gangway dermaga.
Selain itu, sistem satu arah (one way) akan diberlakukan secara dinamis pada jalur utama Denpasar-Gilimanuk, sementara kendaraan yang keluar dari pelabuhan menuju arah Denpasar akan dialihkan sepenuhnya melalui jalur alternatif lingkar belakang melewati Gang Samudra atau jalur pantai.
Penguatan strategi tidak hanya bertumpu pada penataan di darat, melainkan juga menyasar optimalisasi operasional di sisi laut.
Pihak ASDP memastikan seluruh infrastruktur di Dermaga LCM maupun Dermaga Eksekutif, baik di Ketapang maupun Gilimanuk, berada dalam kondisi siap tempur.
Selama periode puncak arus mudik Kuningan ini, skema pengoperasian kapal diubah dari jadwal reguler menjadi pola padat.
Melalui perubahan pola ini, waktu bongkar muat kapal (port time) dipangkas secara signifikan dari yang biasanya memakan waktu 45 menit menjadi maksimal 30 menit saja.
Langkah percepatan durasi di dermaga ini juga dikombinasikan dengan pengerahan kapal-kapal dengan kapasitas muat yang lebih besar jika eskalasi antrean kendaraan di darat kedapatan terus melorot hingga melewati batas aman yang telah ditentukan pada pos-pos buffer zone.***
Editor : Ibnu Yunianto