DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Jelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, Kapolri Listyo Sigit Prabowo kembali menggulirkan mutasi besar-besaran di tubuh Polri.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 1.121 personel masuk daftar rotasi berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) Nomor: ST/1335/VI/KEP/2026 tertanggal 25 Juni 2026.
Dari jumlah tersebut, Polda Bali menjadi salah satu wilayah yang mengalami penyegaran cukup signifikan. Sejumlah pejabat utama, direktur, hingga empat kapolres resmi berganti.
Mutasi ini dinilai sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi sekaligus penguatan struktur menjelang berbagai agenda penting, termasuk pengamanan Bali sebagai destinasi wisata dunia yang memiliki tantangan keamanan cukup kompleks.
Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah pergantian Karo SDM Polda Bali Kombes Pol Agus Nugroho dipindah ke Polda Metro Jaya dengan jabatan yang sama.
Mutasi ini terbilang cepat lantaran alumni Akpol 1999 itu baru sekitar tiga bulan menjabat di Bali. Posisinya kini diisi Kombes Pol Dewa Made Adnyana yang sebelumnya menjabat Karo SDM Polda NTB.
Selain itu, rotasi juga menyasar sejumlah posisi strategis. Karo Logistik, Dirlantas, Dirnarkoba, Dirpolairud, Dirpamobvit, hingga Dansat Brimob mengalami pergantian. Termasuk Kabid Propam, Kabid TIK, dan Kabid Labfor yang turut masuk dalam daftar mutasi.
Tak hanya di level Polda, tongkat komando di empat Polres jajaran juga ikut bergeser. Kapolres Jembrana, Kapolres Gianyar, Kapolres Bangli, hingga Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai resmi mendapat pejabat baru.
Pergantian ini disebut sebagai langkah penyegaran sekaligus bentuk regenerasi di tubuh Polri.
Terlebih Bali saat ini menghadapi tantangan kamtibmas yang dinamis, mulai dari meningkatnya mobilitas wisatawan mancanegara, kejahatan transnasional, hingga potensi gangguan keamanan konvensional.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, SIK., saat dikonfirmasi membenarkan adanya mutasi tersebut.
Menurutnya, rotasi jabatan merupakan hal lumrah dalam organisasi Polri.
Mutasi ini adalah bagian dari dinamika organisasi sekaligus penyegaran untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
"Ini juga menjadi bentuk regenerasi kepemimpinan agar organisasi tetap adaptif menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Ariasandy menegaskan, mutasi bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan bagian dari strategi penguatan institusi agar tetap solid dan profesional.
“Polda Bali tentu mendukung penuh kebijakan pimpinan. Harapannya, pejabat baru bisa segera beradaptasi dan melanjutkan program-program yang sudah berjalan, terutama menjaga situasi kamtibmas Bali tetap kondusif,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan