DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Ancaman penyakit rabies masih terus membayangi masyarakat di Bali. Baru-baru ini, tiga orang anak di Lingkungan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, menjadi korban gigitan seekor anjing liar di lokasi yang berbeda.
Dalam waktu satu jam anjing liar itu mengigit tiga anak yang sedang bermain dan diduga kuat terjangkit rabies.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, menyatakan, pemerintah langsung turun tangan menangani setiap kasus gigitan. Penanganan ini meliputi perawatan luka serta pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) yang berkoordinasi dengan Dinas Pertanian.
"Setiap kasus gigitan pasti diatensi oleh puskesmas, baik untuk penanganan luka, maupun pemberian VAR/SAR bila sesuai indikasi. Kami berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat untuk penanganan anjingnya. Semua ini sudah merupakan alur penanganan rabies di layanan kesehatan," terang dr. Raka.
Tingginya ancaman rabies ini tergambar jelas dari data kasus harian. Adapun jumlah gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) dari awal tahun hingga 19 Juni 2026 tercatat sebanyak 34.561 kasus. Angka gigitan HPR paling tinggi terjadi di Kabupaten Badung yakni sebanyak 6.599 kasus.
Daerah dengan tingkat gigitan tertinggi kedua adalah Karangasem dengan 4.403 kasus. Angka tersebut disusul oleh Denpasar (4.214 kasus), Buleleng (3.930 kasus), Tabanan (3.864 kasus), Gianyar (3.834 kasus), Jembrana (3.408 kasus), Klungkung (2.485 kasus), dan Bangli (1.824 kasus).
Sebagai langkah penanganan, sebanyak 26.106 korban dari puluhan ribu gigitan tersebut telah diberikan suntikan VAR. Raata-rata keseluruhan kasus gigitan mencapai 205 per hari.
"205 itu rata-rata gigitan per hari, dilihat dari laporan gigitan perbulan yang dilaporkan oleh kab/kota. Iya, rata-rata ya dilihat dari laporan gigitan perbulan. Total seluruh kabupaten/kota," imbuhnya.
Dari kasus tersebut menimbulkan korban jiwa. Yang merenggut 5 korban jiwa sepanjang tahun 2026.***
Editor : M.Ridwan