Realitas getir namun penuh pembelajaran inilah yang dituangkan oleh Klissy Myring dalam novel autobiografi perdananya dengan titel, Unfinished Love.
Di bawah naungan Padmedia Publisher, kisah nyata yang ditulis dengan narasi prosa penuh ketulusan dan dituntaskan selama satu tahun ini resmi diluncurkan di Le Matrix Co Working Gate 88, Jl. Kerobokan No. 88, Bali, Sabtu (4/7/2026)
Bukan sekadar peluncuran buku biasa, ruang literasi siang itu bertransformasi menjadi panggung refleksi yang intim.
Alunan musik akustik yang syahdu mengiringi jalannya acara, membawa para pencinta literasi yang hadir menyelami lebih dalam makna kehilangan dan penerimaan.
Suasana kian menyentuh saat jurnalis sekaligus penulis perempuan asal Surabaya, Dhian HP, membacakan nukilan novel tersebut.
Lewat suaranya, untaian kata yang ditulis Klissy seolah hidup, membawa audiens menyusuri jengkal demi jengkal perjalanan hidup sang penulis yang tumbuh dan berakhir di Pulau Dewata.
Klissy saat sesi Konferensi Pers didampingi putra semata wayangnya mengurai cerita kisah hidupnya dengan Nick sang suami asal Inggris.
”Ada cinta yang tak selesai meski waktu telah berhenti,” tulis Klissy, di sampul Novel setebal 272 halaman itu.
Kisah-kisah romantik kata dia tentu saja ada dalam perjalanan hidupnya. Namun Nick yang terjerat narkoba dan harus mendekam di penjara Kerobokan, membuat hari-hari Klissy sebagai seorang istri kian berat.
Dalam Novel ini paparnya, banyak mengisahkan hari-harinya menemani sang suami dalam penjara.
Bergulat dengan ruang sempit yang penuh tahanan, juga nyamuk dan sipir yang setiap saat menginspeksi sel ke sel.
Pulau Bali ini menurutnya benar-benar blessing, memberi anugerah yang kemudian ”cinta mati” untuk tidak meninggalkan pulau ini, lagi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi hangat yang dipandu oleh Rachmat Julyanto—seorang manajer hotel sekaligus penggerak komunitas literasi.
Hadir sebagai pembedah, Wina Bojonegoro, editor dan penulis peraih penghargaan sekaligus pendiri Padmedia Publisher.
Wina mengungkapkan bahwa Unfinished Love adalah sebuah cermin kehidupan. Buku ini bukan hanya tentang romansa yang tak usai, melainkan sebuah perayaan atas keberanian manusia untuk berdamai dengan masa lalu.
"Padmedia Publisher percaya karya ini akan menjadi bagian penting dalam literatur kontemporer Indonesia. Ia membuka ruang refleksi bagi siapa saja yang pernah merasakan cinta, kehilangan, dan kemudian bangkit merajut harapan," ungkap perwakilan Padmedia.
Melalui Unfinished Love, Klissy Myring tidak sedang meratapi nasib, melainkan membagikan sebuah hikmah besar: bahwa di balik setiap luka, selalu ada kekuatan untuk menerima diri sendiri dan terus bertumbuh sebagai manusia.***
Editor : M.Ridwan