Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BMKG: Angin Kencang di 5 Wilayah Bali dan Risiko Gelombang Tinggi Pantai Kuta hingga Sanur

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 17 Juli 2026 | 13:52 WIB
ilustrasi - BMKG meminta kewaspadaan terhadap potensi angin kencang hingga 37 km/jam yang harus diwaspadai wisatawan yang melakukan olahraga air dan penyeberangan.
ilustrasi - BMKG meminta kewaspadaan terhadap potensi angin kencang hingga 37 km/jam yang harus diwaspadai wisatawan yang melakukan olahraga air dan penyeberangan.

 

RADAR BALI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah di Bali. Angin kencang yang bergerak dari arah timur-tenggara dilaporkan dapat mencapai kecepatan antara 4 hingga 37 kilometer per jam.

Secara meteorologis, lonjakan kecepatan angin ini dipicu oleh perbedaan tekanan udara yang signifikan antara daratan Australia yang menjadi pusat tekanan tinggi atau antisiklon, dengan wilayah Asia dan Indonesia. Fenomena alam ini memperkuat hembusan angin monsun timuran di atas wilayah Pulau Dewata.

Berdasarkan pemetaan BMKG, ada lima wilayah pesisir dan dataran terbuka yang masuk dalam zona rawan, yaitu Kabupaten Badung, Denpasar, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung.

Dengan kecepatan angin yang cukup tinggi tersebut, material ringan berisiko terbang, serta baliho, papan reklame, maupun pohon-pohon tua memiliki potensi besar untuk tumbang dan mengancam keselamatan di darat.

Dampak embusan angin kencang ini juga berimbas langsung pada dinamika di laut. Tinggi gelombang di perairan selatan Pulau Bali diproyeksikan melonjak mulai dari 0,75 hingga 2,5 meter.

Titik risiko tertinggi terkonsentrasi di beberapa jalur perairan krusial, meliputi Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, hingga Samudra Hindia di sebelah selatan Bali.

Kondisi gelombang tinggi ini mengancam deretan pantai populer yang berada di kawasan terdampak. Di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, kewaspadaan tinggi menyasar kawasan Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Pantai Melasti, Pantai Nusa Dua, hingga Pantai Sanur.

Sementara di jalur pesisir Gianyar, Karangasem, dan Klungkung, titik rawan meliputi Pantai Lebih, Pantai Cucukan, Pantai Candidasa, Pantai Wates, serta pantai-pantai penyeberangan di Nusa Penida.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut (laka laut), BMKG merilis panduan keselamatan khusus bagi para pelaku aktivitas maritim. Pengguna perahu nelayan diminta waspada jika kecepatan angin di atas 27 kilometer per jam dengan tinggi gelombang melewati 1,25 meter.

Sementara bagi operasional kapal tongkang, batas aman dipatok di bawah kecepatan angin 29 kilometer per jam dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Kesiapsiagaan ekstra juga ditujukan kepada operator kapal feri di jalur penyeberangan utama, yang diminta meningkatkan kewaspadaan penuh apabila kecepatan angin melebihi 38 kilometer per jam dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Selain itu, para wisatawan yang beraktivitas di sepanjang pantai tersebut diimbau tidak berenang guna menghindari seretan ombak mendadak, serta terus memantau pembaruan cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Angin Kencang Bali Gelombang Tinggi Pantai Bali Info Cuaca Bali Hari Ini Peringatan Dini BMKG Bali