DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Menyadari posisi geografis Bali yang menyimpan sedikitnya 14 potensi ancaman bencana, Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali bergerak cepat.
Sebagai langkah konkret penguatan kapasitas, LPB MUI Bali akan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Relawan pada 1–2 Agustus 2026 mendatang.
Agenda strategis ini sengaja dipusatkan di kawasan sejuk Banjar Adat Kampung Islam Candikuning II, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Sebanyak 36 peserta yang merupakan utusan terpilih dari 9 MUI Kabupaten/Kota se-Bali dipastikan akan mengikuti pelatihan intensif ini.
Mereka di didik bukan sekadar untuk menjadi petugas lapangan, melainkan dipersiapkan sebagai calon pengurus dan inti jejaring relawan yang tangguh dalam mendukung pengurangan risiko bencana serta pelayanan kemanusiaan.
Ketua LPB MUI Provinsi Bali masa khidmat 2025–2030, Bambang Widjanarko, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi kemanusiaan jangka panjang untuk membangun relawan yang profesional dan kolaboratif.
“Kami ingin membangun relawan yang tangguh, tanggap, dan siap mengabdi. Relawan LPB MUI tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis penanggulangan bencana, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kepedulian, pengabdian, serta semangat melayani umat dan bangsa,” ujar Bambang.
Bambang menambahkan, dengan bekal ilmu yang matang, para peserta diharapkan pulang ke daerah masing-masing sebagai penggerak utama kesiapsiagaan bencana di tingkat tapak.
Dorong Kolaborasi dan Aksi Nyata
Jurnalisme modern melihat bahwa penanggulangan bencana hari ini tidak bisa lagi dilakukan dengan ego sektoral. LPB MUI Bali sangat memahami hal tersebut. Momentum pelatihan ini juga dirancang sebagai jembatan sinergi.
LPB MUI di tingkat Kabupaten/Kota didorong penuh untuk membuka ruang kolaborasi yang luas dengan pemangku kepentingan (stakeholders) kebencanaan di wilayahnya, mulai dari:
- BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)
- BASARNAS (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan)
- Organisasi kemanusiaan dan komunitas kerelawanan lokal.
Melalui integrasi program yang matang pada tahapan pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana, LPB MUI Provinsi Bali berkomitmen menciptakan masyarakat Bali yang mandiri dan berdaya lentur tinggi (resilient) dalam menghadapi marabahaya.
Mengusung jargon perjuangan, "Bergerak Cepat, Bertindak Tepat," diklat ini diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya jejaring kemanusiaan yang lebih solid di Pulau Dewata.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com