Pelindo Garap Pelabuhan Kapal Pesiar dan Terminal BBM Rp 12 Triliun di Benoa

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:10 WIB
Pelabuhan Benoa yang akan dikembangkan sebagai homeport untuk kapal pesiar dan yacht.
Pelabuhan Benoa yang akan dikembangkan sebagai homeport untuk kapal pesiar dan yacht (Pelindo III).

 

RADAR BALI – Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menggelar pemaparan awal Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). 

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional Bali, penyedia jasa konstruksi, kontraktor pelaksana, hingga konsultan pengawas.

Dalam pemaparan tersebut, disampaikan rincian data teknis pekerjaan, faktor penentu keberhasilan proyek, serta pemetaan potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) pada pelaksanaan fisik di lapangan.

Modernisasi infrastruktur Pelabuhan Benoa senilai Rp 12 triliun ini dinilai akan berdampak langsung terhadap daya saing pariwisata Bali, khususnya pada sektor wisata bahari dan kapal pesiar.

Peningkatan kunjungan cruise dan yacht diyakini mampu memicu pertumbuhan sektor UMKM, ekonomi kreatif, hingga jasa logistik penunjang di Pulau Dewata.

Kepastian Hukum dan Tata Kelola Aset

Saat ini, Pelindo telah merampungkan pengurusan legalitas dan perpajakan untuk Area Pengembangan I seluas 24,77 hektare. Kawasan ini diperuntukkan bagi pengembangan marina, fasilitas hiburan, area ritel/gaya hidup, serta Taman Segara Kerthi.

Selanjutnya, fokus kerja sama akan dilanjutkan ke Area Pengembangan II seluas 45 hektare. Area tersebut direncanakan untuk zona energi, kargo, logistik, dan perluasan Taman Segara Kerthi.

Pengurusan area II ini membutuhkan koordinasi lintas instansi guna menjamin kepastian hukum, kepatuhan terhadap regulasi perpajakan daerah, optimalisasi aset, serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar.

AHY Tinjau Proyek BMTH

Pentingnya peran BMTH sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres No. 109 Tahun 2020 juga menarik perhatian jajaran pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek di Pelabuhan Benoa.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menko AHY didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang, Nazib Faizal, serta Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas, Odo R. M. Manuhutu. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan kawasan yang diproyeksikan menjadi simpul utama pariwisata maritim Indonesia.

Transformasi Pelabuhan Benoa Menjadi Hub Dunia

Proyek BMTH dirancang untuk mentransformasi Pelabuhan Benoa dari sekadar pelabuhan persinggahan biasa (turnaround port) menjadi pelabuhan keberangkatan dan kedatangan utama (homeport) bagi kapal-kapal pesiar internasional.

Melalui pengerukan alur pelayaran dan pendalaman kolam pelabuhan, Pelabuhan Benoa diklaim akan mampu menampung kapal pesiar raksasa berukuran hingga 350 meter dengan kapasitas mencapai 6.000 penumpang.

BMTH menerapkan konsep penataan zonasi terpadu yang memisahkan zona pariwisata dan zona energi secara tegas:

Zona Pariwisata (Selatan): Dilengkapi terminal kapal pesiar (cruise terminal), dermaga yacht (marina wet & dry berth), yacht club, fasilitas olahraga, arena hiburan, fish market, serta pusat UMKM.

Zona Energi (Utara): Difokuskan untuk terminal BBM, terminal LNG (Liquid Natural Gas), dan liquid cargo storage.

Pengembangan kawasan ini tetap mengusung prinsip ramah lingkungan dan kearifan lokal Bali (Nangun Sat Kerthi Loka Bali) melalui penyediaan ruang terbuka hijau, penanaman mangrove, dan penggunaan arsitektur khas Bali.

Dengan fasilitas yang lengkap, lama tinggal (length of stay) wisatawan asing diharapkan dapat meningkat signifikan, sekaligus membuka puluhan ribu lapangan kerja baru dan memperkuat posisi Bali sebagai pintu gerbang utama pariwisata bahari di Indonesia Timur.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
BMTH Bali Pelindo Sub Regional Bali Nusra Wisata Bahari Bali Proyek Strategis Nasional pelabuhan benoa