Sentuh Hati Keluarga Duka di Sidetapa, De Gadjah Siap Kawal Masa Depan dan Psikologis Anak Korban, Keadilan Ditegakkan dengan Hukum Bukan Amarah

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 15:38 WIB
BERBAGI KASIH: Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah bersama istri dan rombongan memangku putri korban pengeroyokan di Desa Sidetapa Buleleng, Selasa 28 Juli 2026. (Humas DPD Gerindra Bali for radarbali.id)
BERBAGI KASIH: Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah bersama istri dan rombongan memangku putri korban pengeroyokan di Desa Sidetapa Buleleng, Selasa 28 Juli 2026. (Humas DPD Gerindra Bali for radarbali.id)

 

SIDETAPA, radarbali.jawapos.com – Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengunjungi keluarga KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang meninggal dunia diduga akibat pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Senin (27/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, De Gadjah didampingi Ketua DPC Gerindra Buleleng Gede Harja Astawa, Ketua DPC Gerindra Tabanan I Nyoman Mulyadi, serta para relawan.

De Gadjah menyerahkan sekadar bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian, terutama untuk meringankan beban istri dan anak-anak yang ditinggalkan. De Gadjah menegaskan kehadirannya bukan untuk menghakimi pihak mana yang benar atau salah, melainkan menunjukkan empati kepada keluarga yang sedang berduka.

"Apa pun dugaan yang sedang diproses, tidak ada seorang pun yang berhak mengambil nyawa orang lain atau melakukan tindakan yang merendahkan martabat manusia. Kita adalah negara hukum, sehingga setiap persoalan harus diselesaikan melalui proses hukum yang berlaku," katanya.

 Baca Juga: De Gadjah Paparkan "Indonesia Outlook 2026: Mengadaptasi Perubahan Menuju Indonesia yang Tangguh", Saat Pelantikan Pengurus BPW HIPKA Provinsi Bali 

Menurut De Gadjah, kondisi anak korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SD menjadi hal yang paling menyentuh perhatiannya. Kehilangan sosok ayah dalam peristiwa tragis tersebut dinilai akan meninggalkan luka dan trauma mendalam bagi keluarga.

"Karena itu, kami berkomitmen membantu semampu kami, baik untuk kebutuhan hidup keluarga, pendampingan hukum, maupun pemulihan psikologis anak agar ia tetap memiliki harapan untuk masa depannya," ucapnya.

Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak menyelesaikan dugaan pelanggaran hukum dengan tindakan kekerasan. Menurutnya, seluruh persoalan harus diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

"Karena keadilan harus ditegakkan melalui hukum, bukan melalui amarah. Mari kita jaga nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, dan memastikan tidak ada lagi keluarga yang harus mengalami penderitaan seperti ini," tandasnya.

Sebelumnya, KD meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari. Peristiwa tersebut diduga dipicu setelah korban kepergok mencuri ayam aduan milik seorang warga.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Tabanan bersama Polsek Baturiti. Polisi sebelumnya telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara dugaan pengeroyokan dan menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
DPD Partai Gerindra Bali korban pengeroyokan De Gadjah Desa Sidetapa