Disorot Soal Dana Kopi dan Makanan Gratis di Tumpek Krulut, Koster: Pokoknya Ada Tak Perlu Disebut dari Mana

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 05:24 WIB
TRAKTIR SEMUA: Gubernur Bali Wayan Koster saat bertemu anak muda dan traktir kopi di hari Tumpek Klurut di sebuah Kedai Kopi
TRAKTIR SEMUA: Gubernur Bali Wayan Koster saat bertemu anak muda dan traktir kopi di hari Tumpek Klurut di sebuah Kedai Kopi

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Merayakan Tumpek Krulut yang sarat akan makna Hari Kasih Sayang versi Bali, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat untuk saling berbagi kebahagiaan.

Wujud nyata dari kasih sayang ini tertuang dalam gerakan berbagi makanan dan minuman gratis yang menggandeng 15 pelaku UMKM di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Sabtu (1/8/2026).

Momen yang mengasyikan tentu mengundang  rasa penasaran, dari manakah sebenarnya sumber kebaikan ini berasal? Apakah dari APBD atau mungkin kantong pribadi?

​Menanggapi soal itu,  Gubernur Koster tidak menjawab rincian sumber dananya. Di sela-sela kunjungannya saat membagikan kopi di Kopi Jenar, ia hanya memastikan bahwa niat baik ini tetap berjalan pada koridor yang benar.

"Ya pokoknya ada sumbernya, lah. Tidak perlu disebut dari mana sumbernya yang penting sesuai dengan aturan," katanya.

​Gerakan berbagi ini tak sekadar menyajikan hidangan gratis, tetapi juga menjadi angin segar bagi perekonomian lokal.

Pemilihan belasan kedai kopi dan warung makan tersebut diserahkan langsung kepada para bupati dan wali kota setempat agar manfaatnya benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga: Breaking News! Gerebek Narkoba, Polisi Temukan 5 Senpi dan 4 Airsoft Gun Diduga Ilegal, Ini Faktanya

Gubernur Koster pun menyempatkan diri meninjau langsung kehangatan warga yang memadati Warung Nasi Pindang Dadong Rintin di Desa Sakah, Kabupaten Gianyar, untuk menikmati santapan bersama.

​Bagi Koster, Tumpek Krulut adalah momentum istimewa untuk memupuk rasa saling menyayangi, menghormati, dan peduli antarsesama.

Ia berharap nilai-nilai luhur ini tidak hanya berhenti sebagai filosofi semata, melainkan terwujud dalam tindakan nyata yang membahagiakan.

"Mari kita saling mengasihi dan membantu. Hal-hal sederhana seperti berbagi akan semakin mempererat tali persaudaraan kita di Bali," ungkapnya. 

Diakuinya para bupati  turut merespons, sehingga kebaikan yang awalnya hanya di Denpasar, kini meluas hingga ke tempat-tempat berkumpulnya anak muda pencinta kuliner lokal di seluruh penjuru Bali.

​Melalui secangkir kopi dan hidangan gratis ini, Koster merasa dapat menyapa serta merangkul masyarakat Bali yang sangat luas.

Meski di tengah jadwalnya yang begitu padat, Koster berharap ingin selalu dekat dengan masyarakat.

"Begini pada intinya, saya ingin menyapa masyarakat Bali di semua wilayah, tapi kan saya masih sangat padat acara, tidak mungkin bisa berkelana ke keliling kabupaten-kabupaten. Jadi, karena itu saya mengubah cara dulu, menyapa dengan cara tidak ketemu langsung. Ya begini caranya dan responsnya sangat bagus di kabupaten-kabupaten," jelasnya. 

 Baca Juga: Perkuat Kemitraan, Pelayanan dan Penegakan Hukum, Anggota Komisi III DPRWayan Sudirta Bertemu Kapolres Karangasem

​Kebahagiaan yang sama turut dirasakan oleh para pelaku usaha. Wayan Suarsa, generasi penerus Warung Nasi Pindang Dadong Rintin yang telah berdiri sejak 1960, menyambut program ini dengan penuh rasa syukur.

Hidangan khasnya yang melegenda dan kaya akan cita rasa tradisional kini bisa dinikmati oleh lebih banyak orang.

"Ini adalah program yang sangat positif. Bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, kita diajak untuk saling peduli. Bagi kami, ini juga menjadi ajang promosi gratis agar warung kami semakin dikenal luas," ucapnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Traktir Kopi tumpek klurut gubernur wayan koster