Perayaan Rahina Tumpek Klurut yang jatuh setiap enam bulan sekali membawa berkah berlimpah bagi pelaku UMKM di Kabupaten Tabanan. Salah satunya dirasakan Kedai Tangkil yang mendadak diserbu warga akibat adanya program traktir gratis yang digagas Gubernur Bali Wayan Koster.
INI memang tidak lazim. Karena ada momen spesial. Dalam situasi khusus perayaan, ternyata cuma perlu waktu tujuh jam, kedai yang menjual kopi, minuman non-alkohol, serta aneka jajanan basah dan kering ini diserbu sekitar 700 pelanggan hingga mencatatkan omzet menembus Rp 16 juta.
Baca Juga: Rayakan Tumpek Klurut, Gubernur Koster Traktir Anak Muda
Membeludaknya pengunjung membuat pemilik kedai, Ida Bagus Made Ariyoga, 28, sempat kewalahan melayani pesanan.
“Kurang lebih 700 orang datang dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Kami sampai kewalahan dan tidak bisa restock lagi karena semuanya habis,” ujar Ariyoga, Minggu, 2 Agustus 2026 (2/8/2026).
Meski seluruh sajian digratiskan dan hanya berlaku untuk makan di tempat, transaksi tetap tercatat rapi melalui sistem nota pesanan. Dari pencatatan tersebut, total penjualan selama program berlangsung mencapai sekitar Rp 16 juta.
Ariyoga mengungkapkan, lonjakan pengunjung ini jauh melampaui hari biasa. Dalam rentang waktu yang sama, Kedai Tangkil biasanya hanya melayani sekitar 60 hingga 80 pelanggan.
“Ini meningkat lebih dari dua kali lipat, bahkan jauh lebih ramai. Biasanya tidak sampai segitu,” jelas pria asal Dangin Carik, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan tersebut.
Program makan gratis ini melibatkan 15 UMKM kuliner di berbagai kabupaten/kota se-Bali. Masyarakat dapat datang langsung tanpa syarat untuk menikmati sajian khas Bali sebagai bagian dari perayaan Tumpek Klurut yang sarat makna kasih sayang dan kebersamaan.
Ariyoga mengaku bangga usaha yang didirikannya sejak tahun 2021 itu terpilih dalam program Pemprov Bali tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tak hanya mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga memberi dampak positif bagi pelaku UMKM lokal.
“Pastinya sangat senang, dari sekian banyak tempat bisa dipilih. Harapan ke depan semoga tempat-tempat lain juga bisa dikunjungi dan dilibatkan,” harapnya.
Usaha Kedai Tangkil sendiri mengusung konsep kolaborasi dengan menerima titipan jajanan rumahan dari pelaku UMKM lain. Nama Tangkil diambil dari cerita turun-temurun keluarga, di mana pada area kedai terdapat Pura Batur yang sering didatangi (tangkil) oleh umat Hindu.
"Karena itu saya spontan memberikan nama Kedai Tangkil. Kedai mencerminkan tempat sederhana untuk berkumpul dan menikmati kuliner lokal, sedangkan Tangkil artinya berkunjung," tandas pria yang akrab disapa Gus Yoga ini.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Bupati Tabanan Made Dirga dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi hadir langsung memantau antusiasme masyarakat di Kedai Tangkil. Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut disambut hangat oleh warga yang tengah menikmati sajian gratis. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali