Wujudkan Pelayanan Inklusif dan Berintegritas, Kemenag Bali Gandeng Insan Pers Sebagai Mitra Strategis Lewat Media Connect

M.Ridwan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:35 WIB
MEDIA CONNECT: Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M (kanan berkopyah), Kabag Tata Usaha Kemenag Bali, H. Syarif Hidayatullah, S.S, M.Pd (tengah depan) dan Ketua Tim Kehumasan Kanwil Kemenag Bali Ni Made Wina Lestari (kiri depan). (Sania Humas Kemenag Bali for radarbali.id)
MEDIA CONNECT: Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M (kanan berkopyah), Kabag Tata Usaha Kemenag Bali, H. Syarif Hidayatullah, S.S, M.Pd (tengah depan) dan Ketua Tim Kehumasan Kanwil Kemenag Bali Ni Made Wina Lestari (kiri depan). (Sania Humas Kemenag Bali for radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bali terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan, inklusif, dan akuntabel.

Melalui ajang Media Connect bertajuk “Kolaborasi Kemenag Bali dengan Media untuk Harmoni Umat dan Budaya Integritas”, lembaga ini mempertegas peran media sebagai mitra strategis dalam mengawal berbagai program prioritas umat.

Berlangsung di Laloba Oase Rasa Bali, Denpasar, Senin (3/8/2026), forum dialog ini mempertemukan jajaran pimpinan Kanwil Kemenag Bali, pengelola kehumasan Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali, serta para insan pers.

Pertemuan ini dirancang bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan wadah sinergi untuk memperkuat literasi publik di era digital.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa kemitraan dengan media adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat (public trust).

Menurutnya, sebaik apa pun program pemerintah, keberhasilannya sangat ditentukan oleh bagaimana informasi tersebut sampai ke masyarakat secara utuh dan edukatif.

“Rekan media adalah mitra strategis kami. Program pemerintah akan memberikan manfaat nyata jika diinformasikan secara akurat dan mudah dipahami. Sinergi ini merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan keagamaan dan pelayanan publik,” ujar Sunartha.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M bersama staf kehumasan Kemenag se Bali dan awak media foto bersama usai diskusi Media Connect , Senin 3 Agustus 2026. (Sania Humas Kemenag Bali for radarbali.id)
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M bersama staf kehumasan Kemenag se Bali dan awak media foto bersama usai diskusi Media Connect , Senin 3 Agustus 2026. (Sania Humas Kemenag Bali for radarbali.id)

 

Capaian Nyata dan Inovasi Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Kemenag Bali juga memaparkan transformasi institusi yang tidak hanya berfokus pada urusan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Sejumlah capaian prestisius turut dibeberkan, di antaranya keberhasilan meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), hingga predikat Pelayanan Publik Prima.

Sepanjang tahun 2026, Kemenag Bali terbukti konsisten menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di antaranya:

Langkah ini sejalan dengan implementasi Asta Program Prioritas Menteri Agama, yang mencakup penguatan Ekoteologi, Kurikulum Cinta, penguatan kerukunan umat beragama, hingga program Widyalaya hasil kolaborasi lintas sektor bersama ATR/BPN.

Pelayanan Inklusif dan Humanis

Tak berhenti pada tata kelola birokrasi, Kemenag Bali juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas SDM di garis depan pelayanan. Petugas pelayanan kini dibekali berbagai pelatihan khusus, seperti bahasa isyarat, pendampingan bagi kelompok rentan, hingga keterampilan Basic Life Support (BLS) untuk penanganan kegawatdaruratan.

Guna memperluas jangkauan manfaat, kolaborasi lintas instansi pun terus diperkuat. Kemenag Bali menjalin sinergi aktif dengan Pemerintah Daerah, FKUB, BP4, Pengadilan Agama, Densus 88, Telkom Indonesia, perguruan tinggi, hingga lembaga kesehatan seperti UbudCare Clinic.

Menghadapi tantangan komunikasi digital yang kian dinamis, Media Connect diharapkan dapat membendung arus disinformasi sekaligus menyebarkan narasi-narasi menyejukkan yang memperkuat kerukunan.

“Kami berharap kolaborasi ini semakin erat sehingga mampu mewujudkan komunikasi publik yang terbuka, edukatif, dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tukas Sunartha.

Bukan hanya itu, Kemenag Bali kata Sunartha, saat ini sudah merealisasikan program pendidikan khusus semacam pesantren modern bagi umat Hindu yaitu Widyalaya dibawah Dirjen Bimas Hindu.

”Widyalaya adalah satuan pendidikan formal berciri khas agama Hindu di Indonesia yang setara dengan madrasah bagi umat Islam, nah di Bali kami sudah plot di awal program ini yaitu di Jembrana dan Gianyar,” papar KaKanwil Kemenang Bali yang lama bertugas di Papua Barat ini.

Disebutkan pula, bahwa Widyalaya ini program Pendidikan dari pra sekolah (TK), SD, SMP, hingga SMA/SMK.

”Bedanya dengan sekolah umum, pendidikan Agamanya lebih banyak dan mendalam di Widyalaya ini,” pungkasnya.

Sementara itu Kabag Tata Usaha Kemenag Bali, H. Syarif Hidayatullah, S.S, M.Pd., menambahkan, guna mewujudkan mutu layanan kehumasan, pihaknya akan menggelar pelatihan jurnalistik mendalam di era digital.

”Staf Kehumasan Kemenag se Bali harus mengasah skill penulisan rilis menjadi narasi yang bernilai berita,” tambah Syarif.

Pada kesempatan tersebut KaKanwil Sunartha dan Kabag TU Syarif juga menerima hadiah buku Jurnalistik karya Arif Wibisono. ***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Media Connect Kakanwil Kemenag Bali I Gusti Made Sunartha Pelayanan Inklusif dan Berintegritas