Gubernur Koster Kaget Gaji Bartender Hanya Rp150 Ribu per Hari di Ajang Mixoflair Bali, Minta Kadispar Panggil Pihak Hotel, Tiga Pemenang ke Vegas dan Polandia

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:01 WIB
INOVATIF: Peserta yang bermain wayang sembari melakukan mixology dengan campuran arak. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)
INOVATIF: Peserta yang bermain wayang sembari melakukan mixology dengan campuran arak. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Sebanyak 22 peserta unjuk kebolehan dalam kompetisi Mixoflair Bali yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Kertha Sabha, Minggu (9/8/2026). Gubernur Bali, Wayan Koster, yang turut hadir tak beranjak dari kursinya menyaksikan penampilan para peserta hingga akhir.

​Tidak hanya sekadar meracik arak menjadi minuman, para peserta tampil sungguh inovatif dengan memadukannya bersama gerakan. Ada pula peserta yang bermain wayang sembari melakukan mixology dengan campuran arak. Para pemenang dari kompetisi ini nantinya akan melakukan roadshow ke Las Vegas dan Polandia.

​Bahan utama yang diwajibkan dalam kompetisi ini adalah arak. Khususnya Arak Dewan. Dari 22 peserta, telah ditetapkan tiga pemenang yang berhak berangkat ke Las Vegas atau Polandia mengikuti ajang kompetisi internasional.

Baca Juga: Tabrak Putusan Pidana Inkrah, Tiga Hakim PN Balikpapan Dilaporkan ke Komisi Yudisial, KY Terancam Dibawa ke DPR 

​Menariknya, saat mewawancarai beberapa peserta setelah penyerahan hadiah secara simbolis, Gubernur Wayan Koster kaget saat mengetahui bahwa honor seorang bartender untuk sekali kerja hanya Rp150 ribu. "Rp151 ribu itu terlalu murah. Biasanya 20 atau 25 kali kerja setiap bulan," kata salah satu peserta asal Klungkung, Putu Eka.

Hal senada juga disampikan Suniantara asal Kintamani yang sistem kerja DW. Ia menerima honor Rp 150 ribu sekali kerja. Menanggapi hal itu, Koster langsung meminta Kadis Pariwisata, Wayan Sumarajaya, untuk memanggil pihak hotel terkait karena memberikan gaji yang terlalu kecil.

Apalagi dengan sistem daily worker (DW), pekerja tidak akan mendapatkan gaji jika tidak masuk kerja. Koster merasa heran bartender hanya digaji Rp150 ribu, mengingat keahlian juggling untuk menjadi seorang bartender tidaklah instan, melainkan butuh waktu dan latihan panjang.

​Dalam sambutannya, Koster juga meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Pariwisata, serta Kepala Brida untuk merumuskan program pelatihan bartender.

Hal ini juga bertujuan untuk mendorong pembukaan lapangan kerja baru di dalam negeri, sehingga mereka tidak harus bekerja ke kapal pesiar. Sebab, selama ini mayoritas pelajar pariwisata menargetkan bekerja di luar negeri karena motivasi gaji lebih besar. 

​"Perindag, Koperasi, dan Brida harus bergabung memikirkan hal ini. Ekonomi rakyat harus betul-betul diurus. Ini akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Mencetak orang-orang berkompetensi di mata dunia akan sangat bagus untuk mengangkat profesi baru di bidang bartender," jelasnya.

​Sementara itu, salah satu peserta peraih Juara I, Suniantara, mengaku telah berlatih dengan giat dalam mempersiapkan diri untuk kompetisi ini. Ia menggunakan arak sebagai bahan utama untuk membuat cocktail yang diberi nama, "Dewan Kemangi". Dalam racikannya, selain arak, ia juga menggunakan kemangi, jahe, sirup, sari jeruk nipis (lime juice), dan Sprite. "Tidak sulit sih, karena produk lokal kan sudah sering ditemui di mana-mana," tuturnya.

​Kadisperindag, I Gusti Ngurah Wiryanata, mengatakan bahwa Bali memiliki potensi besar untuk mencetak bartender andal. Berdasarkan data, bartender yang bekerja di kapal pesiar didominasi oleh pekerja asal Bali.

​"Maka dari itu, ini adalah sebuah potensi. Sesuai arahan Bapak Gubernur, di samping menggelar pembinaan, tentu kompetisi harus diadakan lebih sering. Anak-anak SMK juga harus banyak diberikan ruang. Mungkin mulai September kita akan buat semacam ruang di Lapangan Renon. Kami akan memberikan panggung untuk adik-adik pemula sambil mereka berlatih dan dibimbing oleh senior, sekaligus memperkenalkan Pergub 1 Tahun 2020 bahwa arak Bali sudah memiliki izin BPOM dan cukai, yang artinya aman," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
kompetisi Mixoflair Bali arak bali gubernur bali wayan koster