DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Masyarakat di Bali kini sangat mengandalkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraannya karena harganya yang terjangkau. Namun, antrean pembelian Pertalite kerap mengular dan bahkan terkadang stoknya kosong di sejumlah SPBU.
Kondisi ini pada akhirnya membuat sebagian pengendara terpaksa beralih ke Pertamax, meskipun harganya lebih mahal.
Salah seorang warga asal Jalan Meduri, Denpasar, mengaku kerap beralih ke Pertamax karena kosongnya stok Pertalite dan antrean yang terlampau panjang.
"Antrenya terlalu lama dan sering kosong. Jadinya karena ingin cepat, saya pakai Pertamax. Malas antreannya mengular bisa sampai pintu masuk," bebernya. Ia juga menyebutkan kondisi ini kerap ia temui di SPBU langganannya yang berada di Jalan Raya Puputan dan Jalan Kamboja, Denpasar.
Kondisi serupa tidak hanya terjadi di Denpasar, tetapi juga di kawasan Kuta. Beberapa kali stok Pertalite didapati kosong, seperti yang terpantau di SPBU Jalan Dewi Sri maupun SPBU Jalan Kunti, Seminyak.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan bahwa ada peningkatan konsumsi Pertalite berdasarkan catatan Pertamina. Ahad membeberkan bahwa bulan Juli lalu mencatatkan angka penjualan tertinggi Pertalite di tahun 2026.
"Kenaikan penjualannya mencapai 12 persen dari rata-rata penjualan periode Januari hingga Juli," tegas Ahad. Ia menjelaskan bahwa lonjakan penjualan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya penyesuaian harga Pertamax, momen libur sekolah, serta adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com