Konsumsi Pertalite di Bali Melonjak Tajam, Sering Kehabisan Stok, Warga Terpaksa Beli Pertamax Meski Harga Lebih Mahal, Ini Kata Pertamina

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:52 WIB
SELALU PADAT: Antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Bali kian mengular karena harga Pertamax yang masih dirasa jauh lebih mahal.(adrian suwanto/radarbali.id)
SELALU PADAT: Antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Bali kian mengular karena harga Pertamax yang masih dirasa jauh lebih mahal.(adrian suwanto/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Masyarakat di Bali kini sangat mengandalkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraannya karena harganya yang terjangkau. Namun, antrean pembelian Pertalite kerap mengular dan bahkan terkadang stoknya kosong di sejumlah SPBU.

Kondisi ini pada akhirnya membuat sebagian pengendara terpaksa beralih ke Pertamax, meskipun harganya lebih mahal.

​Salah seorang warga asal Jalan Meduri, Denpasar, mengaku kerap beralih ke Pertamax karena kosongnya stok Pertalite dan antrean yang terlampau panjang.

Baca Juga: Gubernur Koster Kaget Gaji Bartender Hanya Rp150 Ribu per Hari di Ajang Mixoflair Bali, Minta Kadispar Panggil Pihak Hotel, Tiga Pemenang ke Vegas dan Polandia

"Antrenya terlalu lama dan sering kosong. Jadinya karena ingin cepat, saya pakai Pertamax. Malas antreannya mengular bisa sampai pintu masuk," bebernya. Ia juga menyebutkan kondisi ini kerap ia temui di SPBU langganannya yang berada di Jalan Raya Puputan dan Jalan Kamboja, Denpasar.

​Kondisi serupa tidak hanya terjadi di Denpasar, tetapi juga di kawasan Kuta. Beberapa kali stok Pertalite didapati kosong, seperti yang terpantau di SPBU Jalan Dewi Sri  maupun SPBU Jalan Kunti, Seminyak.

LAMA: Antrean di SPBU Kreneng nyaris tiap hari selalu padat di lajur antrean Pertalite. (ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)
LAMA: Antrean di SPBU Kreneng nyaris tiap hari selalu padat di lajur antrean Pertalite. (ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)

 

​Sementara itu, saat dikonfirmasi, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan bahwa ada peningkatan konsumsi Pertalite berdasarkan catatan Pertamina. Ahad membeberkan bahwa bulan Juli lalu mencatatkan angka penjualan tertinggi Pertalite di tahun 2026.

​"Kenaikan penjualannya mencapai 12 persen dari rata-rata penjualan periode Januari hingga Juli," tegas Ahad. Ia menjelaskan bahwa lonjakan penjualan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya penyesuaian harga Pertamax, momen libur sekolah, serta adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
spbu Antrean BBM pertalite pertamax bbm