DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan peninjauan progres pengerjaan perbaikan rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jalan Noja No. 3 Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, kemarin (10/8/2026) sore.
Dalam kunjungan tersebut, ia mengaku kaget saat mengetahui penerima bantuan, Ni Wayan Pageh, hanya berpenghasilan Rp 500 ribu per bulan
Penerima bantuan Bedah Rumah TA 2026 di Kelurahan Tonja yakni Ni Wayan Pageh dan I Made Suara. Pada kunjungan ini, salah satu rumah yang didatangi oleh Menteri PKP Maruarar Sirait adalah rumah milik Ni Wayan Pageh.
Di tengah kunjungan yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menteri yang akrab disapa Ara ini mengungkapkan keheranannya karena ternyata masih ada warga yang sangat miskin di Ibu Kota Provinsi Bali.
Prihatin melihat kondisi tersebut, Ara pun memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 10 juta dari dana pribadinya. Ia kagum karena dengan penghasilan Rp 500 ribu, Ni Wayan Pageh mampu menghidupi tiga orang anak.
"Pak Sekda bisa lihat ini ibu satu orang, 3 anak 500 ribu per orang, anaknya juga bantuin kerja mulung," ungkap Ara saat peninjauan kemarin.
Terkait perbaikan fisik, bantuan bedah rumah senilai Rp 20 juta untuk perbaikan meliputi atap yang telah rapuh, ring balok, dinding, dan lantai. Atap tersebut kini diberikan penutup genteng, karena kondisi eksistingnya masih menggunakan asbes dan seng. Serta biaya tukang yang memperbaiki.
"Rusak rangka atas sebelumnya pakai kayu dan rapuh sebagian pakai seng sehingga bocor," cetus Ara.
Selain dana BSPS, terdapat juga tambahan dari bantuan swadaya sebesar Rp 4.088.000. Saat diwawancarai, Ara menyatakan bahwa dana Rp 20 juta tersebut diakui cukup untuk perbaikan karena penggunaannya akan dimaksimalkan sebagai dana stimulan.
"Kebudayaan bangsa kita gotong royong. Cek nanti, kontrol nanti (pengerjaan, red)," katanya seraya memastikan bahwa target perbaikan rumah selesai pada 31 Agustus mendatang.
Di tengah kunjungannya, Ara juga memamerkan peningkatan kuantitas bantuan bedah rumah di hadapan Sekda Provinsi Bali, Sekda Kota Denpasar, Kepala Dinas PUPRKim Provinsi Bali, serta Kepala Dinas Perkim Kota Denpasar DI Gede Cipta Sudewa Atmaja. Yang pada tahun 2025 hanya 31 unit, tahun 2026 meningkat tajam menjadi 4.184 jadi kenaikannya sekitar 13.400 persen jumlah rumah yang diperbaiki.
"Contoh tahun lalu ada berapa? Tahun ini berapa?" tanya Ara ke Kadis PUPRKim Bali, Nusakti Yasa Wedha.
"31 unit, sekarang 4.184 unit," jawab Nusakti.
"Berarti naiknya berapa, Pak?" tanya Ara lagi.
Ara pun menyambung bahwa angka tersebut merupakan penambahan yang signifikan atau peningkatan ke atas (direct up) karena arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai informasi, syarat mendapat bantuan stimulan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah harus masuk kategori Desil 1-4 dan belum menerima bantuan perumahan dalam lima tahun terakhir. Selain itu, kepemilikan lahan tidak bersengketa dan sesuai tata ruang yang dibuktikan dengan SHM.
Selanjutnya, surat pernyataan penguasaan lahan diketahui kelurahan atau kepala desa setempat. Calon penerima juga wajib melampirkan kondisi rumah, dan telah menempati satu-satunya rumah tidak layak huni tersebut minimal 1 tahun terakhir.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com