RADAR BALI - Bagi para pengguna jalan di kawasan Denpasar dan sekitarnya, imbauan penting datang dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali beserta tim gabungan.
Uji coba Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di persimpangan Suwung Batan Kendal – Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan, yang sedianya berakhir pada Selasa (11/8/2026), resmi diperpanjang hingga Kamis (13/8/2026).
Skema rekayasa ini diberlakukan khusus pada sore hingga malam hari, tepatnya pukul 16.00 hingga 23.00 WITA. Selama jam operasional tersebut, petugas melakukan penutupan dan pengaturan sementara pada persimpangan Jalan Pemelisan - Suwung Batan Kendal yang memotong arus utama Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai.
Pengendara yang berniat memotong persimpangan dialihkan untuk memanfaatkan titik putar balik (u-turn) terdekat. Langkah ini diambil guna meminimalisasi titik hambatan (crossing) sekaligus mengurai potensi kemacetan akibat meningkatnya volume kendaraan menuju pulau Serangan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.
Adapun di luar jam 16.00 hingga 23.00 WITA, lalu lintas di lokasi akan kembali beroperasi secara normal.
Penataan Arus di Puspem Badung hingga Jalur Bandara
Selain di kawasan Suwung Batan Kendal, penataan arus lalu lintas juga tengah diterapkan di Kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sempidi. Skema ini difokuskan untuk mengurai kepadatan kendaraan saat jam sibuk kepulangan pegawai, yakni pada Senin hingga Kamis pukul 16.00–17.00 WITA serta Jumat pukul 12.00–13.00 WITA.
Dalam penerapannya, alur keluar kendaraan dari Gerbang Selatan difokuskan menuju Simpang Kwanji. Sementara itu, kendaraan yang hendak mengarah ke Patung Hanoman atau wilayah timur diarahkan keluar melalui Gerbang Utara atau Gerbang Utama.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) turut disiagakan di lapangan lengkap dengan pemasangan water barrier untuk mencegah kendaraan memotong langsung ke jalur nasional yang padat.
Di saat yang sama, penyesuaian akses juga diberlakukan di kawasan Jalan Airport I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung. Pengaturan alur keluar-masuk kendaraan diterapkan guna mencegah penumpukan armada pada area drop-off terminal domestik maupun internasional.
Imbauan untuk Kawasan Ubud
Sektor pariwisata yang memasuki puncak musim kunjungan (high season) turut berdampak pada kondisi lalu lintas di kawasan Ubud, Gianyar. Pengaturan arus secara insidental serta penyempitan lajur tidak terhindarkan akibat tingginya volume kendaraan wisatawan, pengerjaan pemeliharaan jalan di sejumlah titik, serta adanya penutupan jalan berkala untuk prosesi upacara adat maupun ngaben.
Beberapa ruas utama seperti Peliatan, Pengosekan, Singakerta, hingga pusat Ubud mengalami pengalihan arus menuju jalur-jalur alternatif. Para pengguna jalan dan wisatawan diimbau untuk mengantisipasi potensi perlambatan arus serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.***
Sumber : Radar Bali