Kabar Gembira! Rusun untuk Seniman Berpenghasilan Rendah Segera Dibangun di Bali, Begini Skemanya

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:50 WIB
UNTUK SENIMAN: Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra diminta bergerak cepat realisasikan rusun program Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)
UNTUK SENIMAN: Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra diminta bergerak cepat realisasikan rusun program Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (NI KADEK NOVI FEBRIANI/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Proyek rumah susun (rusun) untuk seniman di Bali didesak agar segera dipercepat. Ini merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Progres rencana tersebut setelah disetujui penggunaan  aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, kini tinggal menunggu persetujuan bangunan gedung. 

​Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, penggunaan lahan milik Pemprov Bali tersebut telah disetujui, yang mana sebelumnya lahan itu merupakan balai latihan pertanian.

Rumah susun ini nantinya akan memiliki 60 kamar yang diperuntukkan bagi seniman yang berhak menempatinya, yakni mereka yang masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

​"Setelah dibangun, rusun tersebut akan diserahkan ke pemerintah daerah. Kita sebelumnya sudah punya satu di Penatih yang juga dibangun melalui program serupa. Saat ini, rusun di Penatih tersebut ditempati oleh para ASN kita," terang Dewa Made Indra ditemui usai kunjungan di Noja, Denpasar Utara Senin (10/8/2026). 

 Baca Juga: Menteri PKP Pantau Pengerjaan Bedah Rumah, Heran Ada Warga Denpasar Berpendapatan Rp 500 Ribu Per Bulan

​Pemprov Bali menyatakan dukungannya dan turut berkontribusi dalam menjalankan program Presiden Prabowo, khususnya di bawah Kementerian PKP. Saat ini, prosesnya tinggal menunggu penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

​"Jadi, aset yang dipergunakan sebagai rumah susun untuk seniman itu adalah aset Pemprov Bali dan penggunaannya sudah disetujui. Saat ini kami sedang tahap persiapan dan mengurus persetujuan bangunan. Nanti kalau izinnya sudah keluar, pembangunan akan langsung dimulai," tegas Dewa Made Indra.

​Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa ide pembangunan rumah susun bagi seniman ini muncul karena Bali memiliki kekayaan seni dan budaya yang terus dirawat oleh para senimannya.

Pemerintah turut memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para seniman menjadi hal yang sangat penting.

"Seni dan budaya Bali-lah yang memajukan dan membuat orang mau datang ke Bali. Jadi, saya pikir seniman di Bali sangat pantas untuk mendapatkan perhatian," ujar Mantan Politisi PDI Perjuangan ini. 

​Meski demikian, seniman yang ingin tinggal di rumah susun ini tetap harus memenuhi seluruh kriteria dan persyaratan sebagai penerima manfaat. Syarat utamanya adalah harus termasuk dalam kategori MBR.

​Harapannya, keberadaan rumah susun ini dapat menjadi sarana pendukung bagi para seniman agar bisa terus berkarya tanpa harus terbebani oleh masalah hunian.

Ara terus memantau rencana pembangunan rumah susun seniman di Bali. Saat tiba di rumah penerima bantuan bedah rumah  Jalan Noja, Senin lalu, ia langsung menanyakan ke Sekda Bali Dewa Made Indra bagaimana progress pembangunan rusun seniman. Ara meminta Pemprov lebih cepat dalam memenuhi syarat pembangunan.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
perumahan rakyat maruarar sirait Sekda Bali Dewa Made Indra Menteri PKP Maruarar Sirait