KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Helikopter dan Kapal SAR Evakuasi Penumpang

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:09 WIB
Personel Basarnas mengevakuasi penumpang KMP Putri Yasmin yang melayani rute Padangbai-Lembar yang terbakar di Selat Lombok Rabu subuh. (Kantor SAR Mataram via Lombok Post)
Personel Basarnas mengevakuasi penumpang KMP Putri Yasmin yang melayani rute Padangbai-Lembar yang terbakar di Selat Lombok Rabu subuh. (Kantor SAR Mataram via Lombok Post)

 

RADAR BALI - Insiden mencekam menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar menyeberangi Selat Lombok dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Kapal rute antarpulau ini dilaporkan mengalami kebakaran di perairan lepas pantai Sekotong pada Rabu (12/8/2026) dini hari.

Suasana panik sempat melanda para penumpang ketika asap tebal mulai membumbung dan memenuhi area kapal.

Dalam rekaman video berdurasi 50 detik yang beredar di media sosial, terlihat seluruh penumpang telah mengenakan jaket keselamatan. Suara kepasrahan dan doa pun terdengar dari salah seorang penumpang di tengah situasi yang mendesak tersebut.

Petugas di Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pertama kali sekitar pukul 04.39 WITA dari Nakhoda RB 220 Mataram, Nurdin.

Menurut perkiraan awal Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, titik api mulai muncul sekitar pukul 04.15 WITA pada koordinat 8°43'12.37"S - 115°47'35.93"E, berjarak kurang lebih 16,84 mil laut dari posisi kapal penyelamat.

Regu penolong bergerak dari markas pada pukul 04.45 WITA dan tiba di titik lokasi pukul 05.10 WITA.

Operasi penyelamatan besar-besaran langsung digelar di perairan Sekotong sejak Rabu pagi. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa fokus tertinggi seluruh personil saat ini adalah menyelamatkan setiap jiwa yang ada di atas KMP Putri Yasmin.

Guna mempercepat proses evakuasi, tiga armada utama dipasitkan bergerak ke lokasi, meliputi KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).

Skala penanganan pun diperluas melalui koordinasi erat dengan Kantor SAR Denpasar yang menerjunkan KN SAR Arjuna. Tak hanya dari jalur laut, pantauan dan penyisiran dari udara turut dimaksimalkan dengan mengerahkan helikopter milik SGi Air Bali.

Penyelamatan ini turut melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari TNI AL melalui KAL Lembar, jajaran Polairud, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, hingga bantuan dari KMP PortLink II, kapal yacht yang melintas, serta para nelayan lokal setempat.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus berjibaku melangsungkan evakuasi dan penyisiran di perairan Selat Lombok.

Berdasarkan data manifes resmi, sebanyak 131 orang berada di dalam kapal. Dari jumlah tersebut, terdapat 114 penumpang yang terdiri atas 44 sopir beserta penumpang kendaraan, 53 penumpang kendaraan roda dua, dan 17 penumpang pejalan kaki.

Selain para penumpang, kapal ini juga membawa 17 orang awak kapal termasuk nakhoda. Seluruh penumpang dan kru kapal tersebut kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju Pelabuhan Padangbai di Bali dan Pelabuhan Lembar di Lombok.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
KMP Putri Yasmin Terbakar Kapal Terbakar Selat Lombok Kebakaran Kapal Padangbai Lembar Evakuasi SAR Mataram