Digitalisasi Data Pasien, RSUP Prof Ngoerah Jamin Data Aman, Manfaatkan AI dalam Dokumentasi Klinis hingga Proses Klaim

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:09 WIB
Ilustrasi pelayanan di RS Prof. Ngoerah Denpasar yang sudah digitalisasi dan memanfaatkan kecerdasan buatan. (Gemini AI/radarbali.id)
Ilustrasi pelayanan di RS Prof. Ngoerah Denpasar yang sudah digitalisasi dan memanfaatkan kecerdasan buatan. (Gemini AI/radarbali.id)

 

DENPASARradarbali.jawapos.com – Dokumentasi klinis pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUP Prof Ngoerah kini akan didata dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Pemanfaatan teknologi pintar ini diproyeksikan sebagai gerbang kualitas atau 'Quality Gate' dalam proses klaim administrasi rumah sakit.

Hal tersebut terungkap saat kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha bersama Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) di Ruang KIA RSUP Prof Ngoerah, kemarin  (12/8/2026).

​Kunta menyatakan, saat ini pihaknya tengah memantau kesiapan beberapa rumah sakit di Indonesia terkait reformasi program Jaminan Kesehatan.

Digitalisasi pendataan dan penggunaan AI ini membantu dalam mengoptimalkan penanganan medis pasien, termasuk efisiensi klaim.

Baca Juga: Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin Pantau Layanan JKN di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, Begini Testimoni Penerima Manfaat

​Berdasarkan paparan operasional di lokasi, AI di RSUP Prof Ngoerah secara spesifik digunakan sebagai alat pre-claim check yang membaca dan menganalisis Rekam Medis Elektronik (RME) pasien untuk mendeteksi potensi ketidaksesuaian klinis maupun coding sebelum klaim diajukan ke BPJS.

Ini mencakup alur proses yang terdiri dari empat langkah utama, mulai dari memastikan ketersediaan dokumen pendukung di sistem RME, analisis oleh AI, validasi oleh petugas coder, hingga pengiriman klaim yang telah divalidasi.

"Seperti yang teman-teman tahu, kita memang akan melakukan reformasi di Jaminan Kesehatan. Fokus pertama adalah sistem rujukan berbasis kompetensi. Digitalisasi, termasuk penggunaan AI ini sangat penting untuk melihat kesiapan dari rumah sakit Profesor Ngoerah, termasuk bagaimana merawat dan melayani masyarakat dengan lebih baik," jelas Kunta.

​Terkait dukungan infrastruktur, Kunta menekankan pentingnya setiap rumah sakit memiliki sistem IT yang terintegrasi dari awal hingga akhir (end-to-end).

"Mulai dari pasien masuk, dilayani di laboratorium maupun radiologi, hingga administrasi klaim, semuanya terekam di dalam satu aplikasi dan sistem. Sampai pasien tersebut mendapat obat, pulang, dan dimonitor hingga sembuh. Karena tujuan akhirnya adalah kesembuhan masyarakat," ungkapnya.

​Menanggapi hal tersebut, Direktur RS Prof Ngoerah, I Gusti Ketut Ngurah Ketut Sukadarma, menyambut baik kedatangan tim DJSN dan Sekjen Kemenkes.

Ia menyebut momentum ini tepat untuk melihat sejauh mana kesiapan RS Prof Ngoerah dalam melaksanakan rujukan berbasis kompetensi hingga Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

​"Kalau standar KRIS, dari jauh-jauh hari sebenarnya kami sudah mempersiapkan hal itu dan kami sangat siap," beber Sukadarma.

​Terkait kesiapan digitalisasi, RS Prof Ngoerah telah memiliki sistem joint development (pengembangan bersama) dengan RSUP Dr. Sardjito yang diberi nama Simetris. Sistem ini menjadi tulang punggung (backbone) operasional untuk layanan end-to-end di rumah sakit.

​"Kita bisa mengikuti patient journey (perjalanan pasien) selama ia menerima layanan klinis. Mulai dari pendaftaran, proses pelayanan, hingga pemeriksaan, semuanya sudah berbasis IT sampai hasilnya keluar," terangnya.

​Dengan sistem ini, seluruh dokumentasi—termasuk hasil laboratorium maupun radiologi seperti MRI—akan langsung terintegrasi. Administrasi klaim ke BPJS dapat diajukan secara lebih lancar karena data sudah terdokumentasi dengan baik.

​Sebagai penutup, Sukadarma menegaskan komitmen rumah sakit dalam memproteksi keamanan data pasien. Pihak RS Prof Ngoerah telah mengupayakan pengamanan siber berlapis dan menjadikannya sebagai prioritas utama.

"Tentu keamanan data ini juga menjadi concern (perhatian) utama dari pemerintah," tegasnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
RSUP Prof. Ngoerah dokumentasi klinis jkn