TABANAN, Radar Bali.id – Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Kabupaten Tabanan. Bangunan dapur dan gudang milik I Made Sutama di Banjar Dinas Gubug Belodan, Desa Gubug, Tabanan, ludes dilalap si jago merah.
Baca Juga: Ditinggal Istirahat, Rumah Warga Manistutu Ludes Terbakar, Rugi Rp 40 Juta
Cuaca panas terik membuat percikan api meluas hingga membakar bangunan pelinggih Pura Taksu Agung Merajan Gede Pasek Gelgel.
Kasus kebakaran ini masih didalami Polres Tabanan mengingat total kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Wiwik Endrayani mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan ke polisi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Namun dari laporan korban, kebakaran sebenarnya terjadi sekitar pukul 16.00 Wita.
Insiden kebakaran pertama kali diketahui oleh pengempon Pura Merajan Gede Pasek Gel-Gel, I Putu Parwata. Saksi melihat kobaran api muncul di bagian atap dapur milik korban. Mengetahui hal tersebut, saksi langsung berteriak meminta tolong kepada warga dan bergegas menuju garasi untuk menyelamatkan mobil korban.
Warga sekitar sempat bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api dengan cepat membesar hingga warga menghubungi pemadam kebakaran. Percikan api dari bangunan dapur kemudian menyambar atap ijuk pelinggih pura yang berjarak sekitar 20 meter di sebelah barat.
"Jadi Pelinggih Pura Taksu Agung Merajan Gede Pasek Gel-Gel juga ikut terbakar," ungkap Iptu Wiwik pada Kamis (13/8/2026).
Sekitar pukul 16.00 Wita, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api baru berhasil dipadamkan total sekitar dua jam kemudian.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, korban I Made Sutama mengalami kerugian material sekitar Rp 300 juta akibat seluruh isi dapur dan gudang ludes terbakar. Sementara pihak pengempon Pura Merajan Gede Pasek Gel-Gel menanggung kerugian sekitar Rp 20 juta.
"Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, peristiwa kebakaran tersebut diduga kuat dipicu korsleting listrik," pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali