DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Ditengah serangan netizen terhadap Arya Wedakarna (AWK), sekitar 25 tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang menggelar pertemuan perdana Forum Peduli Bali di Denpasar.
Forum yang digagas oleh Semeton Ksatria Pancasila Provinsi Bali ini dibentuk untuk merangkul tokoh lintas agama, budaya, ormas, pemuda, hingga pecalang dalam menjaga adat, budaya, toleransi, serta merespons berbagai aspirasi dan persoalan masyarakat Bali.
Dalam pertemuan tersebut, para tokoh secara terbuka menyampaikan dukungan penuh terhadap Anggota DPD RI Arya Wedakarna (AWK). Dukungan ini didasari oleh beberapa poin utama:
- Sikap Pasang Badan terhadap Serangan Media Sosial: Ketua Semeton Ksatria Pancasila Provinsi Bali, Gede Oka, menegaskan kesiapannya membela AWK dari serangan pihak-pihak di media sosial yang dinilai berupaya menjatuhkannya..
- Keberanian Menyuarakan Aspirasi Bali: Forum menilai AWK sebagai figur langka yang memiliki keberanian untuk bertindak dan menjadi penyambung lidah masyarakat Bali di tingkat nasional.
Tokoh masyarakat Anak Agung Kartika menolak tudingan rasis yang diarahkan kepada AWK.
Menurutnya, tuduhan tersebut sangat politis dan mengabaikan asas manfaat serta kepedulian nyata yang telah ditunjukkan AWK selama menjalankan tugasnya.
Forum menekankan pentingnya ruang diskusi lintas generasi (Senior, Milenial, dan Gen Z) untuk mencegah miskomunikasi yang kerap dimanfaatkan pihak luar untuk memecah belah persatuan.
Gede Oka dan AA Kartika mengajak seluruh elemen masyarakat Bali untuk mengedepankan toleransi (duenang sareng), memperkuat persatuan, serta bersama-sama menjaga adat dan budaya yang menjadi identitas utama Pulau Dewata.
“Kami sepakat mendukung perjuangan beliau sebagai bentuk menjaga Bali, menjaga manusia Bali, dan menjaga aturan-aturan main di Bali. Bali adalah sesuatu yang harus kita jaga bersama. Baik orang Bali maupun tamu yang datang ke Bali, semuanya harus sama-sama menjaga Bali,” katanya.
Ia berharap perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang justru merugikan Bali. Seluruh elemen masyarakat diajak mengedepankan persatuan, toleransi, dan kepentingan bersama.
“Semoga Bali aman dan semoga Bali selalu terjaga untuk kenyamanannya,” pungkas AA Kartika.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com