Ada Cinta dari Bali untuk Flores, Bantuan 1.500 Paket Meluncur ke Korban Gempa

Andre Sulla • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 05:01 WIB
KEMANUSIAAN: Tim relawan DPW Forum Pemuda NTT Bali bersama Yayasan Peduli Cinta Indonesia (YPCI) dan Opa Gaul Team saat doa bersama sebelum berangkat membawa bantuan untuk korban gempa Flores, Minggu (23/8/2026).
KEMANUSIAAN: Tim relawan DPW Forum Pemuda NTT Bali bersama Yayasan Peduli Cinta Indonesia (YPCI) dan Opa Gaul Team saat doa bersama sebelum berangkat membawa bantuan untuk korban gempa Flores, Minggu (23/8/2026).

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Jarak ribuan kilometer tak mampu memutus tali persaudaraan. Ketika tanah Flores diguncang gempa dan menyisakan duka, suara kepedihan dari kampung halaman seolah terdengar hingga Bali. Dari tanah rantau itulah kepedulian kemudian bergerak.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Pemuda NTT (FP NTT) Bali bersama Relawan Yayasan Peduli Cinta Indonesia (YPCI) dan Opa Gaul Team turun tangan menggalang bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa Flores. 

Bukan sekadar mengumpulkan donasi. Bantuan yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok dan perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di lokasi bencana. Sedikitnya 1.500 paket bantuan disiapkan untuk disalurkan kepada para korban. 

Bantuan tersebut berasal dari sumbangan sukarela ratusan anggota serta para donatur yang tergerak menyisihkan sebagian rezekinya.

Dari donasi yang terkumpul hingga ratusan juta, para relawan membelanjakannya menjadi paket sembako dan berbagai kebutuhan darurat.

 Baca Juga: Waspada Kebakaran, BPBD Bali Catat Belasan Titik Kejadian dalam Sepekan, Distribusi Air untuk ini

Di antaranya beras, minyak goreng, gula, obat-obatan, terpal, serta kebutuhan lainnya. Sejumlah kebutuhan pokok tersebut disiapkan hingga sekitar 1.000 pcs.

Bantuan tersebut mulai dibawa menuju Flores, Minggu (23/8/2026). Tim relawan bergerak melalui jalur darat dengan satu tujuan, memastikan bantuan dari Bali bisa sampai dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ketua FP NTT Bali Kristianus Arthur Bali, Wakil Ketua Alfred Salimberd Boru, serta Humas Putu Ama Lay turut mendampingi gerakan kemanusiaan tersebut. Bagi para relawan, perjalanan panjang bukan alasan untuk mengurungkan niat.

 

Lelah dan jarak harus dilalui karena di ujung perjalanan ada saudara-saudara yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana.

“Ini tentang kepedulian dan rasa persaudaraan. Kami yang berada di tanah rantau merasa terpanggil untuk ikut meringankan beban saudara-saudara kami di Flores,” benber Ketua FPN Bali.

Mereka sadar, bantuan yang diberikan tidak akan serta-merta menghapus kesedihan para korban. Namun, kehadiran dan kepedulian tersebut diharapkan menjadi penguat bagi masyarakat Flores untuk bangkit. Sebab, bagi mereka, solidaritas tidak mengenal jarak. Ketika Flores berduka, Bali ikut merasakan. 

Ketika saudara di kampung halaman membutuhkan uluran tangan, mereka yang berada di tanah rantau memilih bergerak.

"Dari Bali, bantuan itu berangkat. Dari hati, kepedulian itu dikumpulkan," lagi tegas lelaki sapaan Ba,i.

Lebih lanjut dikatakan, salam sebuah bencana, ada air mata, kehilangan orang-orang tercinta, serta rasa takut yang mungkin tak mudah dilupakan. Karena itu, mari tunjukan dan buktikan bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli. 

Juga masih ada hati yang tergerak, dan masih ada saudara yang mau berjalan bersama mereka melewati masa sulit ini.

 "Sebab di tengah reruntuhan dan kesedihan, satu uluran tangan bisa menjadi harapan. Satu kepedulian bisa menguatkan hati yang hampir patah," pungkasnya. ***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Gempa Flores NTT bantuan gempa bumi Forum Pemuda NTT Kemanusiaan