SELAMA bulan Agustus 2026 ini ada sejumlah rerainan sesuai penanggalan kalender Bali, sebagaimana dilansir dari kalenderbali.org. Berikut ini jadwal rerainan selama bulan Agustus 2026.
- 1 Agustus 2026. Tumpek Krulut. Menghaturkan sesaji kepada Ida Sang Hyang Widi / Bhatara Iswara di Sanggah Kemulan, mohon keselamatan.
- 5 Agustus 2026. Buda Wage Merakih. Pemujaan kehadapan Bhatara Rambut Sedana yang disebut juga Sang Hyang Rambut Kadhala.
- 7 Agustus 2026. Hari Bhatara Sri.
- 11 Agustus 2026. Anggar Kasih Tambir.
- 11 Agustus 2026. Kajeng Keliwon Uwudan.
- 12 Agustus 2026. Tilem.
- 18 Agustus 2026. Anggara Paing Medangkungan. Memuja Ida Sanghyang Widi/Bhatara Brahma di Merajan Kawitan / Paibon.
- 26 Agustus 2026. Kajeng Keliwon Enyitan.
- 26 Agustus 2026. Buda Keliwon Matal.
- 27 Agustus 2026. Purnama.
Ala Ayuning Dewasa, Minggu, Senin , 31 Agustus 2026
- Amerta Dadi. Baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur. (Alahing dewasa 4).
- Banyu Urug. Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur. (Alahing dewasa 3).
- Bojog Munggah. Tidak baik untuk menanam padi, jagung. (Alahing dewasa 4).
- Geni Rawana. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2).
- Kala Alap. Baik untuk menanam kelapa. (Alahing dewasa 3).
- Kala Sudukan. Tidak baik untuk memindahkan orang sakit, menunjukkan unsur perombakan. (Alahing dewasa 3).
- Kala Wikalpa. Baik untuk membuat keris dan yang sejenisnya. (Alahing dewasa 3).
- Kala Wisesa. Baik untuk menebang kayu bahan bangunan, memulau suatu kegiatan, mengangkat/melantik petugas. (Alahing dewasa 4).
- Kaleburau. Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben (Alahing dewasa 4).
- Panca Prawani. Tidak baik dipakai dewasa ayu. (Alahing dewasa 2).
- Pepedan. Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. (Alahing dewasa 3).
- Taliwangke. Baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau di kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak. (Alahing dewasa 3).
- Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Buat Sebet, Pratiti: Wedana.[*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali