DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Ibarat arah mata angin, rencana pembangunan moda transportasi publik di Bali terus berubah-ubah. Kali ini wacana kereta api kembali mengemuka. Kini, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menindaklanjuti rencana pengembangan transportasi perkeretaapian di Bali di Gedung Kertasabha, Selasa (1/9/2026).
Bagaimana dengan PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) perusahaan daerah ditugaskan mengembangkan proyek sistem perkeretaapian perkotaan bawah tanah (Bali Urban Subway) di Bali?
Dikonfirmasi dengan Direktur SBDJ Ervan Maksum melalui WhatsApp, hingga saat ini ia belum mendapatkan arahan dari Gubernur Bali kelanjutan rencana pembangunan kereta api.
Ia pun berdalih kewenangannya sesuai dengan Pergub No.9 tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Gubernur Nomor 71 Tahun 2022 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
”Kami belum dapat arahan lebih mengenai hal ini. Namun demikian SBDJ itu penugasannya sesuai dengan Pergub No.9 Tahun 2025,” ungkapnya.
Kemudian, ditanya lagi bagaimana nasib konsep Subway yang sempat dirancang. Bahkan, sempat menggelar prosesi ngerik di Centrak Parkir 2024 lalu. Ervan enggan membahas soal ngeruak.
Hanya saja belum ada konsep kerja baru, tapi komunikasi dengan PT KAI.”Belum ada konsep kerja barunya, tapi komunikasi dengan PT KAI iya. Kalau untuk upacara ngeruak saya tidak bisa komentar,” jawabnya.
Seperti diketahui Pemprov Bali dan Pemkab Badung menggandeng PT KAI akan memiliki trem listrik berbasis baterai.
Trem direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung.
Trem listrik Bandara–Canggu sepanjang sekitar 12 kilometer. Groundbreaking ditargetkan Maret 2027. Trase pertama ditargetkan beroperasi pada 2028, sedangkan seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan beroperasi pada 2029.
Trem tidak menggunakan bahan bakar fosil melainkan baterai, sehingga tidak membutuhkan kabel listrik sepanjang jalur. Kapasitas maksimal diproyeksikan hingga 60 ribu penumpang per hari.
Pengembangan trem diarahkan sebagai solusi kemacetan sekaligus moda transportasi yang ramah lingkungan dan selaras dengan budaya serta kearifan lokal Bali.
Penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian dilaksanakan di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026).
Hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung, Direktur Utama PT KAI, CEO Angkasa Pura, Sekda Kabupaten Badung.
Kerja sama menjadi tindak lanjut atas usulan Pemerintah Provinsi Bali mengenai perbaikan fasilitas dan sistem transportasi di Bali, khususnya Kabupaten Badung.
PT KAI memilih konsep trem, bukan MRT maupun LRT seperti rencana sebelumnya. Efisiensi menjadi pilihan, karena trem dinilai lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi Bali.
Trem juga tingkat kebisingan rendah, Berukuran relatif kecil. Terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya dan Menyesuaikan karakteristik dan kearifan lokal Bali. Penggunaan baterai membuat trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang jalur.
Koster membeberkan, panjang trase sekitar 12 kilometer.Jalur dirancang menggunakan dua jalur.
Disiapkan area persilangan untuk mendukung kelancaran operasional trem. Lebar trase sekitar 3 meter. Dimensi trem sekitar 2 meter lebih, sehingga relatif kecil dan bahkan lebih kecil dibandingkan bus.
Alasan Pengembangan Trem, Koridor Bandara–Canggu memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Setiap hari diperkirakan terdapat sekitar: 150 ribu orang yang bergerak di kawasan tersebut dengan Sekitar 80 ribu kendaraan.
Tingginya mobilitas menjadi salah satu pertimbangan utama perlunya moda transportasi massal baru.
Trem diharapkan menjadi alternatif untuk Mengurangi kepadatan kendaraan, Meningkatkan mobilitas masyarakat, Mendukung konektivitas kawasan pariwisata, Mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Kapasitas dan Waktu Tempuh, Trem diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 15 ribu–20 ribu penumpang dalam kondisi maksimal.
Waktu tempuh diproyeksikan sekitar 30 menit. Jeda keberangkatan antartrem dirancang sekitar 10 menit.
Dalam operasional maksimal, kapasitas angkut diproyeksikan mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari. Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi sekitar 40 persen kepadatan mobilitas pada koridor Bandara–Canggu.
Target pembangunan dan perasional, Groundbreaking ditargetkan Maret 2027. Transenden pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029.
Setelah penandatanganan kerja sama, tahapan berikutnya meliputi
Studi teknis, penyusunan kajian lanjutan, sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan desa adat, koordinasi dengan pelaku pariwisata, koordinasi dengan hotel dan akomodasi wisata, Pelibatan pemangku kepentingan lainnya.
“Kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian Bappenas dan Pemprov Bali untuk memperbaiki fasilitas dan sistem transportasi. Fokus utama berada pada wilayah Kabupaten Badung, yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.Konsep trem dinilai semakin konkret untuk menjadi salah satu solusi kemacetan, khususnya jalur Bandara–Canggu,” ungkapnya.
Lanjutnya, ia juga mengklaim pengembangan transportasi harus tetap, Memperhatikan keunikan Bali dan menjaga keindahan Bali yang tidak mengganggu masyarakat.
”Mendukung pariwisata dan Tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tandasnya.
Komitmen PT KAI, menempatkan aspek budaya, lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal sebagai pertimbangan sejak tahap perencanaan. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan
Bali dipandang sebagai wilayah strategis dengan Keluhuran budaya,
Spiritualitas, Jati diri masyarakat dan Kehidupan sosial yang khas.
“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati.
Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Bobby.
Teknologi dengan baterai dipilih antara lain untuk Mengurangi dampak terhadap lingkungan, mengurangi kebisingan, menjaga kenyamanan masyarakat dan Menjaga kenyamanan wisatawan.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com